Jumat, 11 November 2011

Trik Bersihkan Rumah Pasca Banjir



Banjir di Jakarta datang lagi. Beberapa area pun tidak dapat menghindar dari meluapnya air ini akibat curah hujan yang tinggi. Bahkan wilayah-wilayah yang tidak pernah terkena banjir di tahun-tahun sebelumnya pun, kini ikut mengalaminya. 

Apakah rumah Anda termasuk yang terkena banjir? Tentunya setelah banjir reda, Anda harus memberikan waktu lebih untuk membersihkan rumah. Membersihkan rumah pasca banjir ini tidak dapat diremehkan. Semakin lama Anda membiarkan kerusakan tersebut, maka akan semakin besar kerugiannya. Dengan cara dan trik yang benar dalam membersihkan rumah, Anda dapat meminimalisir kerugian akibat banjir sekaligus menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.

1. Matikan listrik
Jangan lupa mematikan aliran listrik di area yang ingin dibersihkan. Aliran listrik yang masih menyala dapat membahayakan nyawa Anda jika ternyata masih ada air yang tergenang.

2. Kelompokkan area-area rumah yang perlu diperbaiki
Sebelum memulai pekerjaan Anda, sebaiknya kelompokkan dulu barang-barang di rumah Anda.

- Furniture: perhatikan bagaimana kondisi sofa dan tempat tidur. Apakah terendam banjir seluruhnya dan basah? Jika iya, sebaiknya tidak usah pikir panjang untuk membuangnya. Walaupun sudah dijemur dan kering, jamur dan kuman yang menempel tidak otomatis hilang.

- Karpet: jika karpet Anda sudah terkena jamur, buang segera. Jamur bisa membahayakan kesehatan anggota keluarga.

- Bahan kayu: pastikan Anda memperbaiki bagian-bagian rumah yang berbahan kayu. Apalagi kalau bagian-bagian tersebut lapuk karena banjir. Misalnya saja jendela atau pintu. Bahan berkayu yang basah cenderung mudah ditumbuhi jamur. 

- Laci & Lemari
Jika air sudah masuk ke dalam laci atau lemari, ada kemungkinan Anda juga harus membuangnya. Namun jika air yang masuk hanya sedikit, Anda masih dapat menyelamatkannya. Anda dapat melubangi laci atau lemari tersebut dan membiarkan air mengalir dari lubang itu. Jangan khawatir, lubang ini akan mudah untuk ditutup saat Anda melakukan rekonstruksi atau pendekoran ulang rumah.

Untuk isi lemari, misalnya baju dan perlengkapan makan, segera cuci bersih dengan sabun anti kuman. Sedangkan untuk buku, jika memang belum rusak, segera jemur atau diangin-anginkan. Tapi kalau sudah tidak jelas bentuknya, sebaiknya Anda ikhlaskan saja untuk dibuang.

- Lantai
Jangan meremehkan bagian lantai. Walaupun sudah dibersihkan, bukan berarti lantai Anda benar-benar sudah tidak berkuman. Lakukan beberapa kali pengepelan dengan cairan desinfektan. Gunakan alat pel yang memang mudah menyerap air sehingga memudahkan pekerjaan Anda.

Perhatikan juga lantai yang sudah terkena banjir ini. Beberapa bagian bisa rusak sehingga kemungkinan di kemudian hari, air bisa merembes dari sana. Sebaiknya perbaiki area lantai tersebut.

- Tembok
Bersihkan segera tembok dari lumpur yang menempel dengan sikat dan cairan desinfektan. Jika beberapa bagian tembok rusak, seperti catnya mengelupas, Anda bisa melakukan pengecatan ulang.

3. Hubungi ahlinya
Jika memang ada bagian-bagian rumah yang perlu diperbaiki pasca banjir, sebaiknya hubungi ahlinya, seperti tukang bangunan. Mereka bisa menentukan apakah memang bagian yang rusak tersebut harus diganti atau bisa sedikit direnovasi.

4. Hubungi perusahaan asuransi 
Jika kebetulan rumah Anda diasuransikan, hubungi segera petugas asuransi usai banjir datang memasuki rumah. Jangan pindahkan dulu barang-barang apapun di rumah sebelum petugas datang. Jika Anda harus memindahkan barang-barang berharga secepatnya, pastikan Anda mengambil gambar atau merekamnya dengan video. Perusahaan asuransi akan mengirimkan ahli untuk memindahkan barang-barang Anda dan membersihkannya dari jamur.


***

sumber: wolipop.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar