Kamis, 05 Mei 2011

Kiat Menghemat Biaya Renovasi Rumah



Bosan dengan interior desain rumah yang sudah kelihatan tua? Saatnya anda untuk melakukan renovasi rumah di berbagai sudut untuk memberi suasana baru agar anda dan keluarga lebih nyaman saat menghabiskan waktu bersama. Semua setuju, bahwa merenovasi bagian tertentu dari rumah mampu membangkitkan energi positif serta membawa kesegaran. Sayangnya, untuk mewujudkannya pemilik rumah harus mengeluarkan biaya renovasi rumah yang tidak sedikit. Untuk itu diperlukan beberapa kiat agar dapat menghemat dana.
Saat berencana untuk melakukan renovasi rumah, perlu kiranya membekali diri dengan mencari informasi tentang renovasi rumah mulai dari pemilihan kontraktor, harga pasaran bahan baku hingga model yang ingin dikerjakan. Dengan begitu, anda dapat merancang biaya renovasi rumah dengan tepat dan cermat. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat anda lakukan untuk menghemat biaya saat melakukan renovasi rumah anda.
Menentukan Waktu Pengerjaan
Salah satu cara agar biaya renovasi rumah menjadi lebih hemat dengan memilih waktu yang tepat pengerjaannya. Hindari pelaksaan di musim hujan karena seluruh proses pengerjaan akan sering tertunda terlebih jika membutuhkan penyemenan di daerah luar rumah. Pilihlah waktu yang tepat untuk mengerjakannya seperti musim kemarau agar renovasi rumah cepat selesai.
Memanfaatkan Variasi Harga Bahan Baku
Salah satu elemen penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja adalah penggunaan bahan baku. Agar dapat berhemat, lakukan survey ke berbagai panglong atau penyedia jasa untuk keperluan renovasi rumah. Banyaknya toko yang menjual bahan baku tentu memberikan harga yang bervariasi antara toko yang satu dengan yang lainnya. Manfaatkan keragaman ini untuk mencari bahan baku yang ditawarkan dengan harga murah.
Memilih Mandor Yang Berpengalaman
Memilih mandor atau tukang untuk mengerjakan pekerjaan renovasi yang sudah memiliki pengalaman adalah langkah yang tepat untuk menghemat biaya renovasi rumah. Kabar buruknya, tidak semua orang memiliki sumber untuk mendapatkannya. Lantas, adakah cara mudah untuk menemukannya? Mudah, manfaatkan referensi dari teman, anggota keluarga atau rekan kerja yang pernah melakukan pekerjaan untuk merenovasi rumah.
***

sumber: mlapak.com

Senin, 04 April 2011

Memilih Warna Cat untuk Rumah Minimalis



Memilih warna cat rumah minimalis sangatlah penting sebab disamping memberikan keindahan rumah tempat tinggal, juga akan memberikan paduan bangunan dengan warna dari dinding ataupun perabotan rumah. Memilih warna cat rumah minimalis sebenarnya gampang-gampang susah, karena selain bentuk bangunan, penghuni rummah tersebut juga mempunyai andil dalam menentukan warna apa yang akan dijadikan cat rumah.

Sedikit informasi saja, bahwasannya warna yang berkilau dan cerah akan menambah semangat bagi pemilik rumah, sementara untuk warna pastel akan menjadikan seisi rumah tenang serta rilek. Adakalanya warna kelihatan gelap bila dicat didalam rumah, namun juga sebaliknya warna yg sama terlihat terang diluar rumah.

Dibawah ini mungkin bisa dijadikan pedoman bagi anda yang bingung dlm memilih warna cat rumah minimalis:

Untuk dinding ruangan berikan warna yang cerah dan netral. Berilah aksen dengan menggunakan permainan dua warna yang sengaja ‘ditabrakkan’ untuk menghapus kesan monoton. Pilihan warna ini dapat juga diterapkan pada pilar rumah.

Kemudian untuk warna teras rumah, anda dapat memadukan pilihan warna cerah dengan pemasangan batu alam yang berwarna soft dan berkarakter. Saat ini pilihan batu alam yang dapat digunakan sangat beragam.

Kusen pintu dan jendela, sebaiknya menggunakan kusen alumunium karena lebih presisi. Pilihlah kusen berwarna gelap. Bila menggunakan kayu pilihlah yang tidak terlalu banyak profil agar tidak menghilangkan nilai minimalis.

Untuk menghias dinding gantunglah lukisan atau foto dengan komposisi dan frame yang simple tanpa profil atau ukiran. Lukisan dan foto pada dinding sebaiknya tidak terlalu banyak, pilihlah yang besar dari koleksi lukisan dan foto anda.

Pemilihan warna car rumah minimalis seperti disebutkan di awal dapat digunakan untuk keseluruhan ruangan. Namun bila ingin lebih personal, anda dapat membedakan warna untuk beberapa ruangan yang bersifat personal pula.

Dapur misalnya, anda bisa menggunakan “warna-warna turunan” dari warna kesukaan istri anda untuk ruangan ini. Warna-warna turunan hijau, orange, merah dan hijau juga dapat menimbulkan kesan bersih dan segar. Tentunya warna turunan tadi juga harus tetap mempertimbangkan keselarasan dengan warna ruangan lainnya dan warna rumah keseluruhan.

Begitu pula dengan kamar tidur, penggunaan warna-warna turunan dari warna kesukaan pemilik kamar adalah pilihan yang bijak. Dengan pemilihan perabotan, aksesoris dan pencahayaan yang tepat, ruang pribadi ini tidak akan kehilangan nuansa minimalis dan tentunya lebih nyaman.



***


sumber: disaintiangrumahkediri.blogspot.com

Kamis, 03 Maret 2011

6 Tips Aman dan Nyaman Memilih KPR (Kredit Pemilikan Rumah)



Dewasa ini, untuk membeli sebuah rumah tanpa kredit di daerah perkotaan bagaikan mimpi di siang bolong. Betapa tidak, harga rumah yang melambung tinggi membuat sebagian masyarakat semakin kesulitan menjangkaunya.

Untungnya, beberapa bank telah mencoba menjembatani dengan mengeluarkan produkKredit Pemilikan Rumah (KPR). Memang, produk ini menawarkan bantuan bagi masyarakat. Namun, seringkali masyarakat umum masih merasa gamang mengambil KPR. Alasannya, mereka belum siap mental berutang, ragu akan kemampuan melunasi dan berbagai alasan lainnya. Nah, bagi Anda yang ingin memiliki rumah melalui KPR, berikut beberapa tips yang perlu Anda ketahui:

Tentukan jangka waktu KPR
Saat ini, di Indonesia berlaku jangka waktu maksimal yang ditawarkan selama 15 tahun. Makin lama jangka waktu kredit, makin besar pula total bunga harus dibayar.
Meskipun demikian, lebih baik jika Anda mengajukan jangka waktu kredit terpanjang supaya cicilan per bulannya kecil. Anda tak perlu khawatir, pengambilan jangka waktu kredit panjang memang disarankan, mengingat investasi properti (rumah dan tanah) nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Bijak tentukan besarnya cicilan
Setelah memutuskan mengambil KPR, tentu Anda harus menyediakan dana uang muka rumah sebesar 30 % dari harga rumah, dan pinjaman KPR bank tak boleh melebihi 70 % dari harga rumah. Maka, usahakan besarnya KPR yang Anda ambil jangan melewati 30 % dari pendapatan Anda perbulannya. Hal tersebut penting agar keuangan Anda tidak tergerus oleh cicilan hutang dan bank tidak menolak permohonan kredit Anda karena meragukan kemampun Anda dalam mengembalikan pinjamannya.

Siapkan uang tunai
Anda pasti bertanya, untuk apa uang tunai kalau memilih KPR? Jawabannya, uang tunai dibutuhkan untuk pengurusan KPR di bank antara lain untuk biaya administrasi booking fee, biaya penilaian jaminan, administrsi kredit dan provisi kredit.
Uang tunai juga dibutuhkan untuk mengurus biaya Asuransi, antara lain berupa asuransi jiwa untuk menutupi debitur dan asuransi kebakaran untuk membiayai rumah yang dijadikan agunan KPR tersebut, serta biaya pengikatan kredit secara hukum yang terdiri dari biaya Akta Pengakuan Utang dan Perjanjian Kredit, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), Akta jual-beli biaya bea balik nama sertifikat, BPHTB dan jasa notaris.

Jangan salah pilih
Ada baiknya, Anda membandingkan dulu bermacam fasilitas KPR yang ditawarkan tiap bank. Anda jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Biasakan diri Anda untuk membandingkan paket KPR yang ditawarkan antarbank dan pilihlah yang menurut Anda ringan. Jangan lupa, pilih bank tempat Anda menjadi nasabahnya. Ini untuk mempermudah penyelesaian seandainya terjadi masalah dengan KPR Anda.

Track record
Lho, apa urusannya dengan track record? Ya, rekaman transaksi Anda harus dijaga dengan baik di bank manapun. Hal ini penting untuk menghindarkan Anda dari penolakan kredit karena bank bisa saja melakukan crosscheck antarbank melalui Bank Indonesia, melalui fasilitas Daftar Hitam Nasabah (DHN) untuk melacak riwayat transaksi Anda.

Siapkan "penampilan"
Penampilan formal maupun informal akan mempengaruhi penilaian bank terhadap Anda, terutama "penampilan" keuangan Anda. Ya, Anda harus mampu menunjukkan bahwa rekening Anda cukup aktif dalam pergerakan dana keluar-masuk di rekening koran/tabungan sehingga pemberi kredit yakin akan kemampuan Anda mengembalikan KPR tersebut.

Selain itu, penampilan formal, yakni, usia pemohon KPR antara 21 tahun dan maksimal 60 tahun saat berakhir pinjaman, fotokopi KTP pemohon, fotokopi kartu keluarga/Akta nikah, fotokopi rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir, dan dokumen lain yang dibutuhkan terkait profesi Anda. Nah, Anda sudah siap memilih KPR yang baik untuk Anda? Miliki hunian impian Anda dengan cara yang tepat, jangan sembarang!
***
sumber : kompas.com

Rabu, 02 Februari 2011

Apa Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah ?



Punya rumah sendiri adalah idaman semua orang, baik lajang maupun pasangan muda. Mendapatkan rumah idaman, bagi sebagian orang tidak mudah. Selain berbagai faktor yang harus dipikirkan, harga rumah yang setiap tahun semakin tinggi pun mempersulit untuk meraihnya. 
Membeli rumah, sebaiknya jangan dilakukan terburu-buru. Berikut ini beberapa faktor yang harus dipikirkan sebelum membeli rumah:

1. Lokasi rumah
Lokasi sangat berhubungan dengan akses rumah dari jalan dan kendaraan untuk mencapainya. Kebanyakan rumah yang letaknya dekat stasiun atau jalan raya, umumnya harganya akan lebih tinggi dibanding perumahan yang letaknya jauh dari jalan raya. 

Selain akses kendaraan, lokasi rumah yang dipilih juga sebaiknya berada di lingkungan yang aman dan tidak berisiko banjir saat musim hujan. Begitu juga fasilitas rumah, pastikan saat membeli saran seperti listrik, air bersih, dan sarana lainnya telah tersedia secara memadai.

2. Pengembang dan spesifikasi rumah
Teliti dengan baik spesifikasi bangunan yang digunakan, seperti dinding - menggunakan batu merah atau batako, diplester atau tidak, di cat atau tidak, dinding pembatas dengan tetangga, hingga bahan kayu yang digunakan untuk kusen jendela dan pintu (menggunakan panel atau tripleks). 
Perhatikan pula pembagian ruangan, kloset yang digunakan di WC (jongkok atau duduk), apakah ada bagasi motor atau mobil. Ketahui berapa daya listrik listrik yang diberikan, sumber air - apakah menggunakan PAM atau tidak (perumahan yang telah terjangkau PAM umumnya lebih mahal), sedangkan perumahan dengan sumber air kurang baik harganya akan lebih rendah. Spesifikasi rumah juga sangat tergantung dari pengembang yang mendirikannya, karena itu ketahui mana pengembang rumah yang memiliki reputasi bagus. Perhatikan pula surat-surat atau akta perjanjian jual beli yang dapat dipertanggungjawabkan.

Rumah kompleks yang dibangun dengan sistem borongan dari developer, umumnya memiliki kualitas bangunan yang buruk. Sistem sub-kontrak yang dilakukan secara bertingkat demi efisien, sudah menjadi rahasia umum rumah kompleks.

Karena itu, ketelitian dalam menilai kualitas bangunan rumah sangat diperlukan. Meski begitu tidak setiap bangunan dapat dibangun secara sempurna, karena itu siapkan mental untuk melakukan renovasi kecil-kecilan.

3. Fasilitas sosial dan hiburan
Kompleks perumahan umumnya akan dilengkapi dengan fasilitas sosial, seperti sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, fasilitas hiburan seperti arena bermain anak, kolam renang dan sarana olahraga lainnya, taman, bioskop serta pertokoan.

4. Perbandingan harga
Pada saat membandingkan harga, perhatikan apakah harga tersebut sudah termasuk HGB, IMB, pajak, atau biaya lainnya. Karena elemen yang termasuk dalam nilai jual sangat bervariasi, pastikan untuk juga membandingkan dengan memperhatikan total harga yang ditawarkan pengembang. Tentukan terlebih dulu, apakah Anda ingin membeli rumah yang siap huni (ready stock) atau inden. Beberapa perumahan menyediakan unit yang siap huni untuk tipe yang lebih besar (biasanya tipe 45 ke atas), dan menetapkan sistem inden untuk tipe yang lebih kecil (biasanya tipe 36 ke bawah). 

Lama inden bervariasi, ada yang 3 bulan, ada juga yang sampai setahun. Bila Anda tidak terburu-buru untuk menempatinya, membeli rumah dengan cara inden setahun ada untungnya, sebab uang muka biasanya dapat dicicil kira-kira 3-12 bulan.  

5. Sistem pembayaran
Sistem pembayaran dalam pemberian rumah ada yang tunai maupun kredit, keduanya dapat Anda pilih sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Berikut kiat untuk masing-masing sistem pembayaran tersebut:

- Membeli secara tunai
Bila membeli tunai, ada baiknya untuk langsung memikirkan pemeliharaan dan perawatan rumah setiap bulan. Biaya ini sudah harus mulai Anda anggarkan, secara jangka panjang. Salah satunya adalah biaya pajak tahunan dan biaya asuransi bila ingin membeli langsung. Keuntungan membeli tunai, ke depannya Anda tinggal menganggarkan biaya kebutuhan bulanan tanpa dibebani biaya cicilan. Yang harus diingat, sesuaikan kemampuan dengan tipe yang dibeli, jangan sampai mempengaruhi gaya hidup Anda.

- Membeli secara kredit
Cara yang paling ringan dalam mendapatkan rumah impian, adalah dengan menggunakan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan jangka panjang. Namun semakin panjang jangka waktu kredit yang diambil, semakin besar pula total bunga yang harus dibayarkan. Ambillah jangka waktu kredit yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan Anda, sebab biaya cicilan akan sangat mempengaruhi kondisi keuangan dalam jangka panjang. Jadi pertimbangkan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai merusak tatanan keuangan di masa depan.

- Cermat memilih perbankan
Saat ini banyak bank - baik pemerintah maupun swasta - yang menyediakan fasilitas KPR. Meski kini banyak bank yang gencar memberikan pinjaman dana yang cukup besar, namun ada baiknya Anda tidak mengambil cicilan yang melebihi 30 persen dari pendapatan bulanan Anda.

Persyaratan umum yang biasanya diperlukan untuk mengambil KPR adalah:
- Warga Negara Indonesia
- Berstatus karyawan, pengusaha, atau profesi
- Berusia maksimal 55 tahun saat kredit berakhir
- Telah bekerja/berusaha minimal dua tahun
- Penghitungan angsuran dari gaji kotor
- Rumah untuk dihuni sendiri

***
sumber: halohalo.co.id