Kamis, 15 Maret 2012

Bikin Taman yang Perawatannya Tidak Merepotkan


Taman itu harus rimbun, diberi pupuk, dan tidak lupa disiram setiap hari. Terdengar merepotkan, ya ? Padahal tidak harus semerepotkan itu, kok .
Anggapan bahwa memiliki taman akan menambah repot mengurus rumah, seringkali membuat kita enggan membuat taman. Akhirnya lahan kosong dibiarkan terbengkalai, atau justru ditutup semen untuk dijadikan ruangan tambahan. Padahal keberadaan taman sangat banyak fungsinya. Selain untuk mempercantik hunian, juga sebagai penyejuk udara. Sudah bukan rahasia, kan, bahwa tanaman bisa menghasilkan oksigen dari hasil fotosintesa. Oksigen yang dilepaskan ini tentunya akan sangat membantu agar udara di sekitarnya menjadi lebih segar.
Punya lahan, biarpun kecil, di sudut rumah, mengapa tidak dimanfaatkan menjadi taman mungil? Cukup tutup dengan rumput, tempatkan beberapa tanaman - boleh juga tanaman pot, kemudian tempatkan juga beberapa hardscapesebagai percantikan, jadilah sebuah taman sederhana. Taman sesimpel ini membutuhkan perawatan yang sama simpelnya. Tidak perlu menyiramnya setiap hari, lakukan penyiraman hanya ketika media tanamnya sudah mulai kering. Jumlah tanaman yang tidak terlalu banyak juga mempersingkat waktu kita menyiangi daun-daun kering, dan memberi pupuk jika memang perlu.
Walaupun tidak banyak tanaman, bukan berarti taman tidak bisa dinikmati kecantikannya. Salah satu buktinya, taman di foto ini. Hamparam rumput dan beberapa tanaman sudah bisa jadi taman, dipercantik dengan adanya beberapa stepping stone  dan taburan koral putih. Mulai termotivasi untuk membuat taman juga? Selamat mencoba!

***
sumber: ideaonline.co.id

Selasa, 14 Februari 2012

Furnitur Buatan Sendiri Lebih Asyik


Ada untungnya membuat furnitur sendiri aliascustom made . Selain bisa dibuat sesuka hati, ruangan pun jadi lebih kompak. Masalah ruangan pun lebih mudah diatasi.
Dalam ruang kerja desainer interior Girindra Suksma Legawa ini, semua furnitur dirancangnya sendiri. Maklum, memang itulah profesinya. Pantas saja semua terlihat selaras dan rapi.
Tak hanya mampu merapikan ruangan dengan lemari built in , Girindra juga berhasil menyiasati bentuk ruangan. Lihat saja kolom di pojok kiri ruangan. Bentuknya yang menonjol dimanfaatkan menjadi cerukan untuk meletakkan meja kerja.
Tapi kenapa mejanya berlekuk seperti itu, ya?
Girindra menjelaskan, "Itu untuk menyiasati lebar kolom yang hanya 40 cm, sementara lebar standar untuk meja kerja adalah 60 cm." Jadilah ia membuat meja menonjol di bagian tengahnya. Sebuah konsekuensi yang justru membuat meja tampil dinamis.
Untuk mendukung desain ruangan yang serba praktis dan modern, handle laci meja pun dibuat sederhana. Hanya mengandalkan sebilah kayu jati, yang penting fungsional.
Menurut Girindra, ia hanya mengambil prinsip dasar gaya modern yang praktis. Selebihnya, "Desain ini lebih banyak mengarah ke tropis yang hangat dan terbuka." Itulah sebabnya semua furnitur dan lantai bermaterialkan kayu jati, kecuali permukaan meja dan rak di atasnya.
Karena dibuat sendiri dengan penuh perhitungan, jadi terlihat lebih menyatu, ya?

***
sumber: ideaonline.co.id

Jumat, 13 Januari 2012

Tatanan Warna untuk Ruang Mungil


Kombinasikan pilihan warna pada ruangan sempit akan menjadi solusi jitu memperluas tampilannya, baik pada dinding, plafon, maupun furniturnya.
Berhadapan dengan ruangan sempit pastinya Anda akan berfikir dua kali untuk mengaplikasikan cat berwarna lebih gelap, alasannya karena akan membuat ruangan jadi lebih sempit. Sebetulnya Anda dapat mengkreasikan dinding ruang atau furnitur Anda dengan beberapa pilihan tatanan warna. Tidak perlu takut bermain dengan warna. Penerapan komposisi yang tepat pastinya tidak akan jadi masalah untuk ruang mungil Anda.
Untuk plafon baiknya Anda memilih warna terang, putih bisa jadi pilihan. Pengaplikasian warna putih pada plafon memberikan kesan luas dan bersih pada ruangan, begitu pula dengan pilihan warna lantainya. Sementara untuk dinding, Anda dapat menggunakan wallpaper atau cat dekoratif untuk memberikan tampilan cantik pada ruangan. 
Untuk pilihan wallpaper, Anda bisa menggunakan wallpaper bermotif garis horizontal. Penggunaan motif garis horizontal akan memberikan kesan luas pada ruangan.  Sementara untuk motif lainnya, Anda bisa mengkombinasikannya. Jika pada satu bidang sudah bermotif maka bidang lainnya dibiarkan polos saja. Namun, perhatikan juga pilihan warna garis pada wallpaper yang digunakan.
Hal yang terpenting adalah, pastikan jangan menggunakan warna dengan tone gelap. Gunakan warna yang terang dan muda karena warna-warna tersebut akan memberi kesan luas. Misalnya warna putih, krem, biru pastel, atau ungu pastel. Aturan ini berlaku tidak hanya untuk wallpaper, namun juga pada cat dinding.
Pilihan warna ini berlaku juga untuk warna pada furnitur. Pilih furnitur dengan warna terang, namun jangan terfokus pada satu pilihan warna yang mendominasi. Warna furnitur yang mendominasi akan membuat ruangan terlihat penuh. Nah, selamat berkreasi!

***
sumber: idealonline.co.id

Senin, 12 Desember 2011

Cara Cermat Membeli Rumah Yang Bebas Banjir


Banjir! Itu bukanlah perkara baru, khususnya bagi warga Ibukota. Ancaman yang pasti mengganggu ketentraman warga Jakarta setiap tahun ini memicu timbulnya penyakit dan juga menghambat berbagai rutinitas dan kehidupan umum. Di samping itu, banjir dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur umum dan juga perumahan penduduk. 

 Tetapi jika bencana ini tetap melanda, siapkah Anda menghadapi bencana ini? Adakah Anda telah mengantisipasi resikonya? Banjir yang rentan terjadi di Jakarta seharusnya meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi warganya, terutama untuk melindungi hunian Anda. Berikut ini beberapa tips antisipasi banjir yang bisa Anda lakukan. 

 1. Cara yang aman untuk melindungi diri dan keluarga kita dari bahaya banjir adalah dengan memilih rumah yang berada di luar ancaman banjir; rumah yang berada di ketinggian atau jauh dari sungai. Tidak ada jaminan yang pasti bahwa hunian Anda akan terbebas dari banjir, tetapi dengan pemilihan lokasi yang sempurna maka diharapkan kerusakan dan kerugian dapat diminimalisir. 

 2. Selain pemilihan lokasi, cara lain yang sangat bermanfaat dalam meminimalisir risiko banjir adalah desain rumah yang tepat. Misalnya merancang rumah satu meter lebih tinggi dari jalan. Diperlukan teknik tertentu untuk merancang pondasi rumah seperti ini. Selain itu desain seperti ini diupayakan menambah nilai artistik rumah itu sendiri. 

 3. Pemilihan material. Gunakanlah bahan yang berkualitas bagus dan tepat guna sehingga tidak akan cepat mengalami kerusakan bila terkena terjangan air. Misalnya untuk cat anti-noda dan juga genteng yang kuat. Perancangan rumah tahan banjir ini memang memerlukan biaya yang tak sedikit. Namun, merupakan upaya yang sangat berharga untuk menjaga investasi (rumah) Anda.

***

sumber: rumah123.com