Tampilkan postingan dengan label Renovasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renovasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Februari 2013

Cermat Saat Renovasi di Musim Hujan


Musim panas adalah saat paling tepat membangun atau merenovasi rumah. Udara dan terik matahari mampu mempercepat proses pengeringan material yang digunakan. Material juga tidak lekas rusak karena terus-menerus diguyur hujan.
Namun, karena satu dan lain hal, pengerjaan renovasi atau penambahan sebuah ruangan harus tetap berjalan walaupun saat musim hujan. Dengan tetap mempertimbangkan beberapa hal, penerjaan renovasi rumah dapat berjalan baik dan sesuai rencana.
Setelah mengamankan material yang rentan terhadap air dan kelembaban, seperti semen, kayu, serta pasir, hal yang juga penting dipertimbangkan adalah proses pengerjaan.
Cuaca yang tidak menentu memang memicu kita untuk segera merampungkan proses pembangunan. Kualitas pekerjaan seolah tidak diprioritaskan mengingat semua demi mengejar tenggat waktu. Pekerjaan tergesa-gesa seperti inilah yang tentu akan berdampak pada buruknya hasil akhir.
Kurang kuatnya fondasi dan dinding yang mudah retak merupakan dua contoh akibat pengerjaan terburu-buru. Oleh sebab itu, ketika memutuskan untuk membangun atau merenovasi rumah di kala cuaca tidak bersahabat, alangkah baiknya Anda segera menyiapkan terpal atau sejenisnya sebagai atap sementara. Atap darurat tersebut berguna untuk mencegah masuknya air ke lubang fondasi.
Hal serupa juga berlaku pada proses pengerjaan dinding. Dinding akan berdiri kokoh jika adukan semen, pasir dan air bercampur dengan komposisi tepat. Guyuran hujan yang menerpa "lem" pada batu bata tentu akan mempengaruhi daya rekat sehingga mengakibatkan dinding menjadi goyah dan tidak rata.
Oleh karena itulah, ada baiknya Anda segera melindungi dinding baru tersebut dengan bahan terpal atau plastik yang kuat dan besar agar tidak terkena hujan. Melindungi dinding dari siraman hujan akan membuat dinding mudah kering dan selanjutnya dapat segera dilakukan tahap finishing, yakni pemlesteran, pengacian, serta pengecatan.
Selamat merenovasi!
***
Sumber :
Kompas Klasika

Senin, 24 Desember 2012

Haruskah Pergi Saat Rumah Direnovasi


Renovasi rumah tidak selalu berskala besar. Namun demikian, pemilik rumah seringkali enggan meninggalkan rumahnya ketika proses perbaikan tersebut tengah dilakukan. Padahal, tetap tinggal di rumah ketika renovasi berlangsung berpotensi menyusahkan kontraktor dan si pemilik rumah.
Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan sebelum Anda memutuskan akan tinggal atau meninggalkan rumah selama renovasi berlangsung: 
Anggaran
Salah satu pertimbangan terbesar adalah jumlah anggaran yang Anda siapkan. Jika memilih untuk menyewa tempat selama merenovasi rumah, ada biaya harus Anda siapkan.
Namun, tinggal di rumah juga tidak lantas lebih baik. Hal ini bergantung dari seberapa besar perbaikan rumah Anda, karena kemungkinan besar Anda harus tinggal di antara debu dan puing.
Debu, kotoran, dan puing-puing tentu tidak ramah pada kesehatan Anda dan keluarga, terutama yang memiliki alergi debu. Jika keluarga tidak dapat bertoleransi dengan keadaan kotor, sebaiknya Anda memilih untuk pindah sementara waktu dari rumah Anda. Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati, bukan?
Tipe proyek
Selain anggaran, pertimbangkan juga tipe proyek yang akan Anda kerjakan pada rumah Anda. Salah satu contohnya, jika melepas genteng dan berniat meninggikan rumah, ada baiknya Anda tinggal di luar rumah untuk sementara. Selain itu, kegiatan seperti ini umumnya mengharuskan Anda mematikan aliran listrik dan air sehingga Anda akan sulit beraktivitas.
Namun, jika hanya pekerjaan mengecat rumah atau melakukan perbaikan kecil, tak ada salahnya Anda tetap tinggal di rumah sembari menjaga barang-barang Anda dari tangan-tangan usil tidak bertanggungjawab.
Skala
Luas wilayah yang mengalami renovasi bisa menjadi salah satu pertimbangan. Jika renovasi melibatkan semua kamar mandi dan seluruh bagian dapur, sebaiknya Anda meninggalkan rumah sementara waktu. Pasalnya, tidak banyak pekerjaan bisa Anda lakukan di rumah.
Selain itu, untuk sementara kondisi sanitasi dan fasilitas rumah juga belum prima. Maka, ada baiknya Anda menghindari risiko yang membahayakan kesehatan keluarga Anda.
Anak-anak
Umumnya, anak-anak akan tertarik dengan hal baru yang ada di sekelilingnya. Perbaikan rumah akan menjadi salah satu "magnet" bagi mereka. Padahal, lokasi renovasi rumah akan penuh dengan barang-barang pertukangan, bahan kimia, dan benda tajam lainnya. Untuk itu, jangan biarkan rasa ingin tahu mereka justru berbahaya dan berpotensi mencelakakan.
Sewa tempat
Menyewa tempat untuk sementara atau menumpang di rumah kerabat bisa menjadi jalan keluar. Jika enggan membiarkan rumah tanpa pengawasan, Anda dapat mengunjungi rumah dan melihat kemajuan renovasi setiap hari. Selain anak, pastikan juga Anda menjaga hewan peliharaan jauh-jauh dari lokasi renovasi.
Memasak
Memasak dapat terkendala akibat proses renovasi. Namun, selama Anda bisa membuat "dapur darurat" untuk sementara waktu, Anda masih dapat tinggal di rumah. Namun, pastikan kondisi sanitasi rumah tetap terjaga, terutama agar debu tidak masuk ke dalam masakan dan wadah memasak Anda.
Anda harus keluar
Beberapa tahap penyelesaian seperti finishing lantai kayu tentu akan memaksa Anda untuk meninggalkan rumah, setidaknya satu hari. Daripada memiliki lantai yang tidak tampak bagus, sebaiknya Anda ikuti saran kontraktor dan tidak berada di rumah meski hanya stau hari.
Proses penyelesaian
Jika sudah memutuskan untuk meninggalkan rumah selama renovasi, namun Anda tidak sabar untuk segera kembali ke rumah, tunggulah hingga saat yang tepat. Memang, Anda tidak perlu menunggu hingga rumah benar-benar selesai renovasi. Setidaknya, tunggulah hingga mencapai proses finishingatau penyelesaian.
Lebih tenang
Sebenarnya, ada manfaat lain jika Anda bersedia untuk meninggalkan rumah. Dengan tidak melihat prosesnya dan tidak tinggal di antara puing-puing, Anda akan lebih tenang. Anda tidak pusing dengan berbagai pekerjaan dari hari ke hari.
Sayangnya, hampir semua proses renovasi tidak berjalan sesuai rencana. Jika sudah berniat tinggal di rumah Anda selama renovasi, sebaiknya Anda sudah bersiap untuk menyaksikan kemungkinan terburuk. Kemungkinan-kemungkinan tersebut antara lain pembengkakan biaya, hasil renovasi tidak sesuai keinginan Anda, serta debu dan kotoran menumpuk.
Anda juga harus lebih sering membersihkan rumah. Cobalah membersihkan debu-debu setiap hari agar meringankan beban Anda saat proses pengerjaan selesai.
***
Sumber :

Senin, 08 Agustus 2011

Memilih Lantai Keramik untuk Rumah



Anda sering mengalami kesulitan dalam memilih lantai keramik buat rumah anda? tak perlu bingung, Mitra10 memberikan tips khusus untuk anda...


Lantai rumah Anda bisa menjadi hal yang menentukan identitas rumah Anda. Walaupun letaknya di bawah, lantai ini juga sebagai penentu keindahan rumah Anda secara keselurahan. Jenisnya pun sangat beragam dengan harga yang beragam pula sesuai dengan desain dan kebutuhan rumah Anda. 

Ubin berbahan keramik adalah salah satu bahan yang diminati untuk ‘menghiasi’ lantai rumah Anda. Sebelum Anda memutuskan untuk memilih keramik sebagai bagian dari rumah Anda, sebaiknya Anda mengetahui pengetahuan dasar mengenai keramik dan tips bagaimana memilih keramik yang sesuai dengan rumah Anda.

Lantai keramik berbahan dasar tanah liat dan zat aditif lainnya. Kemudian campuran bahan-bahan tersebut dibentuk dan dibakar pada temperature yang sangat tinggi sehingga menghasilkan body yang keras dan getas. Pembakaran ini juga erat kaitannya dengan kerapatan keramik. Jika pembakarannya bertemperatur tinggi maka kerapatan keramiknya juga tinggi. Kita tahu sendiri bahwa kerapatan keramik itu sangat mempengaruhi daya penyerapan air. 

Keramik secara umum dibedakan menjadi dua macam, keramik glazed (ada lapisan) dan keramikunglazed (tanpa lapisan). Masing-masing dari kedua jenis tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. 

Jenis-jenis keramik tersebut cocok untuk digunakan dalam tempat atau keadaan tertentu, misalnya keramik unglazed, karena body-nya lebih tebal, keras dan lebih tinggi kekuatannya dari pada glazed ceramic sehingga jenis ini cocok untuk tempat-tempat yang traffic-nya tinggi.

Nah, berikut ini adalah panduan bagaimana memilih keramik yang sesuai dengan rumah yang Anda tempati. Tips ini didapat dari Pak Bayu dari Mitra10 yang secara ekskulsif beliau jelaskan kepada Koskosanku.com. Mitra 10 adalah jaringan supermarket yang khusus menjual bahan bangunan. 

Langkah pertama, yang Anda lakukan adalah dengan memastikan ukuran dan motif yang sesuai dengan ruangan Anda. "Jika ruangannya kecil, maka jangan memilih keramik yang ukurannya besar, begitu pula sebaliknya", kata Pria berbaju putih ini.

Langkah kedua, adalah memastikan kualitas keramik sesuai dengan yang tertera pada box keramik. Jadi misalnya saat membeli keramik KW-1 yang diterima juga harus KW-1, jangan sampai kualitas yang ada di dalam box tidak sesuai dengan yang tertera pada box.

Yang ketiga, pria yang menjabat sebagai Buyer di Mitra 10 ini menyarankan agar konsumen memastikan lagi jumlah/kuantitas keramik yang dibeli. "Sebaiknya juga menambahkan 10% jumlah dari kebutuhan keramik yang dibutuhkan, karena selama proses pemindahan barang maupun proses pembangunan rumah dimungkinkan kerusakan keramik, atau diperlukan keramik yang dipotong-potong," lanjut beliau.

Di akhir wawancara, beliau menyarankan agar menggunakan semen nat sesuai dengan keramik yang dibeli karena semen nat dapat juga menutupi kekurangan keramik yang dipasang.

Tips di atas semoga bermanfaat bagi Anda, selamat mencari keramik.


***

sumber: koskosanku.com

Kamis, 05 Mei 2011

Kiat Menghemat Biaya Renovasi Rumah



Bosan dengan interior desain rumah yang sudah kelihatan tua? Saatnya anda untuk melakukan renovasi rumah di berbagai sudut untuk memberi suasana baru agar anda dan keluarga lebih nyaman saat menghabiskan waktu bersama. Semua setuju, bahwa merenovasi bagian tertentu dari rumah mampu membangkitkan energi positif serta membawa kesegaran. Sayangnya, untuk mewujudkannya pemilik rumah harus mengeluarkan biaya renovasi rumah yang tidak sedikit. Untuk itu diperlukan beberapa kiat agar dapat menghemat dana.
Saat berencana untuk melakukan renovasi rumah, perlu kiranya membekali diri dengan mencari informasi tentang renovasi rumah mulai dari pemilihan kontraktor, harga pasaran bahan baku hingga model yang ingin dikerjakan. Dengan begitu, anda dapat merancang biaya renovasi rumah dengan tepat dan cermat. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat anda lakukan untuk menghemat biaya saat melakukan renovasi rumah anda.
Menentukan Waktu Pengerjaan
Salah satu cara agar biaya renovasi rumah menjadi lebih hemat dengan memilih waktu yang tepat pengerjaannya. Hindari pelaksaan di musim hujan karena seluruh proses pengerjaan akan sering tertunda terlebih jika membutuhkan penyemenan di daerah luar rumah. Pilihlah waktu yang tepat untuk mengerjakannya seperti musim kemarau agar renovasi rumah cepat selesai.
Memanfaatkan Variasi Harga Bahan Baku
Salah satu elemen penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja adalah penggunaan bahan baku. Agar dapat berhemat, lakukan survey ke berbagai panglong atau penyedia jasa untuk keperluan renovasi rumah. Banyaknya toko yang menjual bahan baku tentu memberikan harga yang bervariasi antara toko yang satu dengan yang lainnya. Manfaatkan keragaman ini untuk mencari bahan baku yang ditawarkan dengan harga murah.
Memilih Mandor Yang Berpengalaman
Memilih mandor atau tukang untuk mengerjakan pekerjaan renovasi yang sudah memiliki pengalaman adalah langkah yang tepat untuk menghemat biaya renovasi rumah. Kabar buruknya, tidak semua orang memiliki sumber untuk mendapatkannya. Lantas, adakah cara mudah untuk menemukannya? Mudah, manfaatkan referensi dari teman, anggota keluarga atau rekan kerja yang pernah melakukan pekerjaan untuk merenovasi rumah.
***

sumber: mlapak.com