Selasa, 14 Februari 2012

Furnitur Buatan Sendiri Lebih Asyik


Ada untungnya membuat furnitur sendiri aliascustom made . Selain bisa dibuat sesuka hati, ruangan pun jadi lebih kompak. Masalah ruangan pun lebih mudah diatasi.
Dalam ruang kerja desainer interior Girindra Suksma Legawa ini, semua furnitur dirancangnya sendiri. Maklum, memang itulah profesinya. Pantas saja semua terlihat selaras dan rapi.
Tak hanya mampu merapikan ruangan dengan lemari built in , Girindra juga berhasil menyiasati bentuk ruangan. Lihat saja kolom di pojok kiri ruangan. Bentuknya yang menonjol dimanfaatkan menjadi cerukan untuk meletakkan meja kerja.
Tapi kenapa mejanya berlekuk seperti itu, ya?
Girindra menjelaskan, "Itu untuk menyiasati lebar kolom yang hanya 40 cm, sementara lebar standar untuk meja kerja adalah 60 cm." Jadilah ia membuat meja menonjol di bagian tengahnya. Sebuah konsekuensi yang justru membuat meja tampil dinamis.
Untuk mendukung desain ruangan yang serba praktis dan modern, handle laci meja pun dibuat sederhana. Hanya mengandalkan sebilah kayu jati, yang penting fungsional.
Menurut Girindra, ia hanya mengambil prinsip dasar gaya modern yang praktis. Selebihnya, "Desain ini lebih banyak mengarah ke tropis yang hangat dan terbuka." Itulah sebabnya semua furnitur dan lantai bermaterialkan kayu jati, kecuali permukaan meja dan rak di atasnya.
Karena dibuat sendiri dengan penuh perhitungan, jadi terlihat lebih menyatu, ya?

***
sumber: ideaonline.co.id

Jumat, 13 Januari 2012

Tatanan Warna untuk Ruang Mungil


Kombinasikan pilihan warna pada ruangan sempit akan menjadi solusi jitu memperluas tampilannya, baik pada dinding, plafon, maupun furniturnya.
Berhadapan dengan ruangan sempit pastinya Anda akan berfikir dua kali untuk mengaplikasikan cat berwarna lebih gelap, alasannya karena akan membuat ruangan jadi lebih sempit. Sebetulnya Anda dapat mengkreasikan dinding ruang atau furnitur Anda dengan beberapa pilihan tatanan warna. Tidak perlu takut bermain dengan warna. Penerapan komposisi yang tepat pastinya tidak akan jadi masalah untuk ruang mungil Anda.
Untuk plafon baiknya Anda memilih warna terang, putih bisa jadi pilihan. Pengaplikasian warna putih pada plafon memberikan kesan luas dan bersih pada ruangan, begitu pula dengan pilihan warna lantainya. Sementara untuk dinding, Anda dapat menggunakan wallpaper atau cat dekoratif untuk memberikan tampilan cantik pada ruangan. 
Untuk pilihan wallpaper, Anda bisa menggunakan wallpaper bermotif garis horizontal. Penggunaan motif garis horizontal akan memberikan kesan luas pada ruangan.  Sementara untuk motif lainnya, Anda bisa mengkombinasikannya. Jika pada satu bidang sudah bermotif maka bidang lainnya dibiarkan polos saja. Namun, perhatikan juga pilihan warna garis pada wallpaper yang digunakan.
Hal yang terpenting adalah, pastikan jangan menggunakan warna dengan tone gelap. Gunakan warna yang terang dan muda karena warna-warna tersebut akan memberi kesan luas. Misalnya warna putih, krem, biru pastel, atau ungu pastel. Aturan ini berlaku tidak hanya untuk wallpaper, namun juga pada cat dinding.
Pilihan warna ini berlaku juga untuk warna pada furnitur. Pilih furnitur dengan warna terang, namun jangan terfokus pada satu pilihan warna yang mendominasi. Warna furnitur yang mendominasi akan membuat ruangan terlihat penuh. Nah, selamat berkreasi!

***
sumber: idealonline.co.id

Senin, 12 Desember 2011

Cara Cermat Membeli Rumah Yang Bebas Banjir


Banjir! Itu bukanlah perkara baru, khususnya bagi warga Ibukota. Ancaman yang pasti mengganggu ketentraman warga Jakarta setiap tahun ini memicu timbulnya penyakit dan juga menghambat berbagai rutinitas dan kehidupan umum. Di samping itu, banjir dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur umum dan juga perumahan penduduk. 

 Tetapi jika bencana ini tetap melanda, siapkah Anda menghadapi bencana ini? Adakah Anda telah mengantisipasi resikonya? Banjir yang rentan terjadi di Jakarta seharusnya meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi warganya, terutama untuk melindungi hunian Anda. Berikut ini beberapa tips antisipasi banjir yang bisa Anda lakukan. 

 1. Cara yang aman untuk melindungi diri dan keluarga kita dari bahaya banjir adalah dengan memilih rumah yang berada di luar ancaman banjir; rumah yang berada di ketinggian atau jauh dari sungai. Tidak ada jaminan yang pasti bahwa hunian Anda akan terbebas dari banjir, tetapi dengan pemilihan lokasi yang sempurna maka diharapkan kerusakan dan kerugian dapat diminimalisir. 

 2. Selain pemilihan lokasi, cara lain yang sangat bermanfaat dalam meminimalisir risiko banjir adalah desain rumah yang tepat. Misalnya merancang rumah satu meter lebih tinggi dari jalan. Diperlukan teknik tertentu untuk merancang pondasi rumah seperti ini. Selain itu desain seperti ini diupayakan menambah nilai artistik rumah itu sendiri. 

 3. Pemilihan material. Gunakanlah bahan yang berkualitas bagus dan tepat guna sehingga tidak akan cepat mengalami kerusakan bila terkena terjangan air. Misalnya untuk cat anti-noda dan juga genteng yang kuat. Perancangan rumah tahan banjir ini memang memerlukan biaya yang tak sedikit. Namun, merupakan upaya yang sangat berharga untuk menjaga investasi (rumah) Anda.

***

sumber: rumah123.com

Jumat, 11 November 2011

Trik Bersihkan Rumah Pasca Banjir



Banjir di Jakarta datang lagi. Beberapa area pun tidak dapat menghindar dari meluapnya air ini akibat curah hujan yang tinggi. Bahkan wilayah-wilayah yang tidak pernah terkena banjir di tahun-tahun sebelumnya pun, kini ikut mengalaminya. 

Apakah rumah Anda termasuk yang terkena banjir? Tentunya setelah banjir reda, Anda harus memberikan waktu lebih untuk membersihkan rumah. Membersihkan rumah pasca banjir ini tidak dapat diremehkan. Semakin lama Anda membiarkan kerusakan tersebut, maka akan semakin besar kerugiannya. Dengan cara dan trik yang benar dalam membersihkan rumah, Anda dapat meminimalisir kerugian akibat banjir sekaligus menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.

1. Matikan listrik
Jangan lupa mematikan aliran listrik di area yang ingin dibersihkan. Aliran listrik yang masih menyala dapat membahayakan nyawa Anda jika ternyata masih ada air yang tergenang.

2. Kelompokkan area-area rumah yang perlu diperbaiki
Sebelum memulai pekerjaan Anda, sebaiknya kelompokkan dulu barang-barang di rumah Anda.

- Furniture: perhatikan bagaimana kondisi sofa dan tempat tidur. Apakah terendam banjir seluruhnya dan basah? Jika iya, sebaiknya tidak usah pikir panjang untuk membuangnya. Walaupun sudah dijemur dan kering, jamur dan kuman yang menempel tidak otomatis hilang.

- Karpet: jika karpet Anda sudah terkena jamur, buang segera. Jamur bisa membahayakan kesehatan anggota keluarga.

- Bahan kayu: pastikan Anda memperbaiki bagian-bagian rumah yang berbahan kayu. Apalagi kalau bagian-bagian tersebut lapuk karena banjir. Misalnya saja jendela atau pintu. Bahan berkayu yang basah cenderung mudah ditumbuhi jamur. 

- Laci & Lemari
Jika air sudah masuk ke dalam laci atau lemari, ada kemungkinan Anda juga harus membuangnya. Namun jika air yang masuk hanya sedikit, Anda masih dapat menyelamatkannya. Anda dapat melubangi laci atau lemari tersebut dan membiarkan air mengalir dari lubang itu. Jangan khawatir, lubang ini akan mudah untuk ditutup saat Anda melakukan rekonstruksi atau pendekoran ulang rumah.

Untuk isi lemari, misalnya baju dan perlengkapan makan, segera cuci bersih dengan sabun anti kuman. Sedangkan untuk buku, jika memang belum rusak, segera jemur atau diangin-anginkan. Tapi kalau sudah tidak jelas bentuknya, sebaiknya Anda ikhlaskan saja untuk dibuang.

- Lantai
Jangan meremehkan bagian lantai. Walaupun sudah dibersihkan, bukan berarti lantai Anda benar-benar sudah tidak berkuman. Lakukan beberapa kali pengepelan dengan cairan desinfektan. Gunakan alat pel yang memang mudah menyerap air sehingga memudahkan pekerjaan Anda.

Perhatikan juga lantai yang sudah terkena banjir ini. Beberapa bagian bisa rusak sehingga kemungkinan di kemudian hari, air bisa merembes dari sana. Sebaiknya perbaiki area lantai tersebut.

- Tembok
Bersihkan segera tembok dari lumpur yang menempel dengan sikat dan cairan desinfektan. Jika beberapa bagian tembok rusak, seperti catnya mengelupas, Anda bisa melakukan pengecatan ulang.

3. Hubungi ahlinya
Jika memang ada bagian-bagian rumah yang perlu diperbaiki pasca banjir, sebaiknya hubungi ahlinya, seperti tukang bangunan. Mereka bisa menentukan apakah memang bagian yang rusak tersebut harus diganti atau bisa sedikit direnovasi.

4. Hubungi perusahaan asuransi 
Jika kebetulan rumah Anda diasuransikan, hubungi segera petugas asuransi usai banjir datang memasuki rumah. Jangan pindahkan dulu barang-barang apapun di rumah sebelum petugas datang. Jika Anda harus memindahkan barang-barang berharga secepatnya, pastikan Anda mengambil gambar atau merekamnya dengan video. Perusahaan asuransi akan mengirimkan ahli untuk memindahkan barang-barang Anda dan membersihkannya dari jamur.


***

sumber: wolipop.detik.com