Jumat, 09 September 2011

Taman Minimalis di Lahan Sempit


Konsep taman rumah minimalis tengah disuka. Anda salah satunya? Jika begitu, kehadiran taman bergaya minimalis perlu Anda hadirkan.


Untuk sebuah taman minimalis yang biasanya berada di lahan sempit, tak sembarang tanaman dan ornamen pantas diletakkan di sana. Salah memilih, lahan yang sudah sempit akan terlihat semakin sempit. Karena berada di lahan yang terbatas, biasanya sekitar dua hingga enam meter persegi, pemilik rumah tentu menginginkan taman minimalis ini bisa ditata seoptimal mungkin.
Untuk membuat taman minimalis, ada beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan. Bangunan gaya minimalis umumnya bertingkat dengan bentuk kotak atau geometris. Bentuk ini menyembulkan kesan tegas dan kaku. Nah, kehadiran taman diharapkan bisa mengurangi kesan kaku tersebut.
Taman minimalis sebaiknya menonjolkan aksen natural dengan material yang tidak terlalu banyak, terutama jika bangunan rumah memiliki jendela ukuran besar. Selain itu aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah sangat perlu diperhatikan ketika membuat taman minimalis. Anda tahu bukan, hunian minimalis yang sempit sangat membutuhkan pasokan oksigen. Nah, kebutuhan oksigen bisa diperoleh dari proses fotosintesis tanaman hijau. Karena itu, perbanyak tanaman hijau di taman minimalis. Oksigen bisa juga diperoleh dari unsur air. Karena itu, menghadirkan kolam plus air terjun atau pancuran, merupakan langkah yang tepat.
Di mana sebaiknya taman minimalis berada? Sangat fleksibel. Anda bisa menempatkannya di bagian depan, belakang, pojok, samping, bahkan di dalam rumah. Jika menyukai unsur air, Anda bisa menempatkan taman minimalis bertema taman air di bagian depan rumah.
Jika taman berada di bagian belakang rumah, buatlah desain yang lebih sederhana. Hindari bentuk-bentuk yang menyerupai gunung, karena akan menumbuhkan kesan sempit. Jika ingin menghadirkan rumput, sebaiknya pilih yang berdaun kecil dan halus seperti rumput peking.
Lain halnya untuk taman minimalis yang hadir di dalam rumah. Tanaman yang pas untuk taman di dalam rumah adalah keluarga palem-paleman. Tanaman berdaun hijau dengan sedikit semburat kuning, Dracena fragrans, juga layak Anda pilih.
Sejatinya, banyak jenis tanaman yang cocok menghuni taman minimalis. Yang penting, mudah dipelihara, berwarna hijau, serta harganya murah. Beberapa di antaranya, yakni Caladium linium, Calathea majestic yang memiliki daun berwarna hijau segar, dan Yang liyu, yang kerap menghiasi area tepi kolam.
Untuk jenis tanaman berbunga, Anda juga punya banyak pilihan. Sebut saja misalnya, kembang merak, alamanda, terompet, melati, dan kemuning. Tak saja indah, bunga kemuning yang mungil namun wangi bisa sekaligus mengharumkan taman Anda. Bahkan, jika ditanam di dekat carport, bunga ini bisa berfungsi sebagai pembatas atau pagar. Masih ada pilihan lain? Tentu saja. Tanaman sri rejeki, bahkan Anthurium, pas juga untuk taman minimalis Anda.
Tak hanya tanaman hias. Tanaman buah pun bisa Anda tampilkan pada jenis taman yang satu ini. Tapi ingat, jangan sembarang tanaman buah. Sebaiknya, pilih pohon bersosok ramping dan tumbuhnya vertikal. Contohnya, pohon ceremai, srikaya, dan delima. Tanaman menjulang seperti glodok tiang atau cemara lilin bisa juga menjadi penghias taman. Tidak sulit, bukan? Berbekal tips di atas, mudah-mudahan taman Anda tampil maksimal meski berada di lahan minimal.
***
sumber: isdaryanto.com


Senin, 08 Agustus 2011

Memilih Lantai Keramik untuk Rumah



Anda sering mengalami kesulitan dalam memilih lantai keramik buat rumah anda? tak perlu bingung, Mitra10 memberikan tips khusus untuk anda...


Lantai rumah Anda bisa menjadi hal yang menentukan identitas rumah Anda. Walaupun letaknya di bawah, lantai ini juga sebagai penentu keindahan rumah Anda secara keselurahan. Jenisnya pun sangat beragam dengan harga yang beragam pula sesuai dengan desain dan kebutuhan rumah Anda. 

Ubin berbahan keramik adalah salah satu bahan yang diminati untuk ‘menghiasi’ lantai rumah Anda. Sebelum Anda memutuskan untuk memilih keramik sebagai bagian dari rumah Anda, sebaiknya Anda mengetahui pengetahuan dasar mengenai keramik dan tips bagaimana memilih keramik yang sesuai dengan rumah Anda.

Lantai keramik berbahan dasar tanah liat dan zat aditif lainnya. Kemudian campuran bahan-bahan tersebut dibentuk dan dibakar pada temperature yang sangat tinggi sehingga menghasilkan body yang keras dan getas. Pembakaran ini juga erat kaitannya dengan kerapatan keramik. Jika pembakarannya bertemperatur tinggi maka kerapatan keramiknya juga tinggi. Kita tahu sendiri bahwa kerapatan keramik itu sangat mempengaruhi daya penyerapan air. 

Keramik secara umum dibedakan menjadi dua macam, keramik glazed (ada lapisan) dan keramikunglazed (tanpa lapisan). Masing-masing dari kedua jenis tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. 

Jenis-jenis keramik tersebut cocok untuk digunakan dalam tempat atau keadaan tertentu, misalnya keramik unglazed, karena body-nya lebih tebal, keras dan lebih tinggi kekuatannya dari pada glazed ceramic sehingga jenis ini cocok untuk tempat-tempat yang traffic-nya tinggi.

Nah, berikut ini adalah panduan bagaimana memilih keramik yang sesuai dengan rumah yang Anda tempati. Tips ini didapat dari Pak Bayu dari Mitra10 yang secara ekskulsif beliau jelaskan kepada Koskosanku.com. Mitra 10 adalah jaringan supermarket yang khusus menjual bahan bangunan. 

Langkah pertama, yang Anda lakukan adalah dengan memastikan ukuran dan motif yang sesuai dengan ruangan Anda. "Jika ruangannya kecil, maka jangan memilih keramik yang ukurannya besar, begitu pula sebaliknya", kata Pria berbaju putih ini.

Langkah kedua, adalah memastikan kualitas keramik sesuai dengan yang tertera pada box keramik. Jadi misalnya saat membeli keramik KW-1 yang diterima juga harus KW-1, jangan sampai kualitas yang ada di dalam box tidak sesuai dengan yang tertera pada box.

Yang ketiga, pria yang menjabat sebagai Buyer di Mitra 10 ini menyarankan agar konsumen memastikan lagi jumlah/kuantitas keramik yang dibeli. "Sebaiknya juga menambahkan 10% jumlah dari kebutuhan keramik yang dibutuhkan, karena selama proses pemindahan barang maupun proses pembangunan rumah dimungkinkan kerusakan keramik, atau diperlukan keramik yang dipotong-potong," lanjut beliau.

Di akhir wawancara, beliau menyarankan agar menggunakan semen nat sesuai dengan keramik yang dibeli karena semen nat dapat juga menutupi kekurangan keramik yang dipasang.

Tips di atas semoga bermanfaat bagi Anda, selamat mencari keramik.


***

sumber: koskosanku.com

Kamis, 07 Juli 2011

Membeli Rumah untuk Pertama Kali



Membeli rumah untuk pertama kalinya boleh jadi kegiatan yang menantang. Namun, memiliki uang tunai yang cukup dan memahami tentang pasar dan prosedurnya dapat memudahkan prosesnya. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan:

Kondisi keuangan – pahami biaya yang perlu dikeluarkan untuk: 


Uang tanda jadi

  • Pengembang biasanya akan menentukan besar uang tanda jadi. Namun jika Anda tidak membeli dari Pengembang, misalnya dari pasar sekunder, penjual properti dapat menentukan besar uang tanda jadi.

    • Pengembang akan memberikan formulir pesanan unit yang di dalamnya tertera jadwal pembayaran uang tanda jadi dan pelunasan uang muka. Jadwal ini harus ditulis dengan jelas dan disetujui oleh pihak penjual dan pembeli. Jadwal pembayaran ini sangat penting ketika Anda membiayai properti dengan program cicilan/angsuran.


Uang Muka

  • Seperti yang telah disinggung di atas, Anda perlu melunasi uang muka jika ingin membeli properti dari Pengembang.Untuk properti yang dibeli dari pasar sekunder, bank biasanya akan menentukan besar uang muka yang perlu dibayarkan kepada penjual langsung, besarnya berkisar antara 20%-50%

    • Anda sebaiknya berhati-hati dalam mengatur waktu pembayaran uang muka ini. Pastikan terlebih dahulu bahwa akad kredit Anda disetujui oleh pihak bank, sebelum Anda terlanjur membayarkan uang muka kepada penjual. Ini dapat dilakukan dengan membuat Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) dengan penjual di depan notaris yang mengatakan bahwa Anda baru akan membayar uang muka setelah akad kredit disetujui oleh pihak bank.


Angsuran

  • Idealnya, besar angsuran tidak melebihi sepertiga dari penghasilan Anda (suami/istri/gabungan).

  • Biaya notaris untuk mengikat kredit secara hukum


Cari tahu harga pasar untuk properti yang Anda inginkan

  • Dapatkan penilaian indikatif dari Bank melalui survey penilaian aset properti untuk menentukan harga jual dan legalitas properti yang dimaksud. Nilai aset properti semestinya sesuai dengan harga pasar yang berlaku.

  • Legalitas dokumen yang diperlukan biasanya seperti Sertifikat Tanah (SHM/SHGB/Sarusun), Sertifikat IMB (izin Mendirikan Bangunan), SPPT PBB, Suart Kuasa Jual, Surat Warisan, dan lain-lain. Selanjutnya, bank akan memberikan keputusan tentang kelayakan properti untuk proses akad kredit, seandainya semua dokumen yang diperlukan telah dilengkapi. Jika belum, maka mereka akan memberitahu lebih lanjut tentang dokumen yang diperlukan.


Analisa resiko kredit

  • Sebelum permohonan KPR disetujui, bank akan menganalisa kredit untuk mengukur kemampuan angsuran/cicilan Anda. Biasanya, besar angsuran per bulan tidak boleh melebihi dari sepertiga pendapatan suami, istri, atau gabungan. Verifikasi akan dilakukan melalui pemeriksaan rekening koran selama 3-6 bulan terakhir, untuk melihat pengeluaran bulanan Anda. Wawancara juga akan dilakukan, ditambah dengan kroscek rujukan yang anda berikan dan begitu pula dengan pengecekan ke Bank Indonesia.

  • Bank Indonesia akan memeriksa (jika ada) kartu kredit, kredit kendaraan bermotor, KPR lain, kredit lain, dan biaya hidup bulanan, atau jika pernah atau sedang dalam status Blacklist.

  • Selanjutnya dalam waktu 14-60 hari kerja, bank akan memberikan keputusan atas permohonan KPR anda.

Akad kredit

Akad kredit dilakukan setelah semua syarat di atas telah terpenuhi. Setelah akad kredit, angsuran sudah dapat mulai dibayarkan. Setelah semua angsuran dilunasi, pastikan Anda mendapatkan Surat Pelunasan Utang dari bank dan Sertifikat Asli Kepemilikan Unit Properti sebagai tanda bukti resmi kepemilikan atas rumah pertama Anda.


***

sumber: rumah.com

Senin, 06 Juni 2011

Memilih Furniture Rumah Minimalis



Memilih furniture rumah minimalis merupakan suatu tantangan tersendiri bagi pemilik rumah, karena diperlukan berbagai pertimbangan antara lain jenis bahan, ukuran dan tentu saja warna yang cocok dan serasi dengan ruangan yang akan diberikan penataan. Memang terkadang, untuk menghindari kesulitan yang ditimbulkan, pemilik rumah cenderung meminta pertimbangan ahli desain interior untuk dibuatkan furniture yang cocok dan sesuai dengan ruangan tertentu, sehingga furniture yang dimiliki akan mempunyai kesesuaian ukuran dengan ruangan yang hendak ditata. Namun demikian, tidak ada salahnya jika pemilik rumah sedikit mengutak-atik furniture yang sudah tersedia secara luas di pasaran.
Secara umum ada beberapa tips dan trik dalam memilih furniture rumah minimalis yaitu:
  • Jenis bahan. Pada saat sekarang, banyak sekali jenis bahan yang bisa dipilih sebagai furniture, mulai dari kayu, kaca hingga logam. Untuk menentukan jenis bahan yang akan dipilih, sebaiknya tentukan dulu konsep ruangan yang akan dipilih, apakah konsep klasik, modern atau futuristik. Bahan kayu cocok digunakan untuk konsep ruangan klasik, sedangkan kombinasi kaca dan logam bisa digunakan untuk konsep modern dan futuristik.
  • Ukuran dan suhu ruangan. Akan lebih baik jika ukuran furniture rumah minimalis yang akan dipilih disesuaikan dengan ruangan yang tersedia, sehingga tidak menimbulkan kesan terlalu penuh atau terlalu lapang. Perhatikan juga suhu ruangan. Apabila suhu ruangan cenderung sejuk, furniture kayu bisa dipilih, namun jika suhu terlalu panas, furniture logam dan kaca bisa dipilih.
  • Warna. Dalam memilih furniture rumah minimalis yang tersedia di pasaran, keserasian pemilihan warna juga perlu diperhatikan. Jangan sampai kesan ruangan yang ditimbulkan tidak memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pemilik rumah.
Dengan mempertimbangkan berbagai hal di atas, memilih furniture rumah minimalis yang nyaman dan sesuai dengan konsep ruangan bukan lagi menjadi suatu kesulitan. Bagaimanapun juga kenyamanan rumah beserta ruangannya merupakan suatu hal yang sangat penting. Home sweet home, begitu kata pepatah yang sering kita dengar dan ucapkan.
***
sumber: majalahonlinewanitaindonesia.com