Senin, 06 Juni 2011

Memilih Furniture Rumah Minimalis



Memilih furniture rumah minimalis merupakan suatu tantangan tersendiri bagi pemilik rumah, karena diperlukan berbagai pertimbangan antara lain jenis bahan, ukuran dan tentu saja warna yang cocok dan serasi dengan ruangan yang akan diberikan penataan. Memang terkadang, untuk menghindari kesulitan yang ditimbulkan, pemilik rumah cenderung meminta pertimbangan ahli desain interior untuk dibuatkan furniture yang cocok dan sesuai dengan ruangan tertentu, sehingga furniture yang dimiliki akan mempunyai kesesuaian ukuran dengan ruangan yang hendak ditata. Namun demikian, tidak ada salahnya jika pemilik rumah sedikit mengutak-atik furniture yang sudah tersedia secara luas di pasaran.
Secara umum ada beberapa tips dan trik dalam memilih furniture rumah minimalis yaitu:
  • Jenis bahan. Pada saat sekarang, banyak sekali jenis bahan yang bisa dipilih sebagai furniture, mulai dari kayu, kaca hingga logam. Untuk menentukan jenis bahan yang akan dipilih, sebaiknya tentukan dulu konsep ruangan yang akan dipilih, apakah konsep klasik, modern atau futuristik. Bahan kayu cocok digunakan untuk konsep ruangan klasik, sedangkan kombinasi kaca dan logam bisa digunakan untuk konsep modern dan futuristik.
  • Ukuran dan suhu ruangan. Akan lebih baik jika ukuran furniture rumah minimalis yang akan dipilih disesuaikan dengan ruangan yang tersedia, sehingga tidak menimbulkan kesan terlalu penuh atau terlalu lapang. Perhatikan juga suhu ruangan. Apabila suhu ruangan cenderung sejuk, furniture kayu bisa dipilih, namun jika suhu terlalu panas, furniture logam dan kaca bisa dipilih.
  • Warna. Dalam memilih furniture rumah minimalis yang tersedia di pasaran, keserasian pemilihan warna juga perlu diperhatikan. Jangan sampai kesan ruangan yang ditimbulkan tidak memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pemilik rumah.
Dengan mempertimbangkan berbagai hal di atas, memilih furniture rumah minimalis yang nyaman dan sesuai dengan konsep ruangan bukan lagi menjadi suatu kesulitan. Bagaimanapun juga kenyamanan rumah beserta ruangannya merupakan suatu hal yang sangat penting. Home sweet home, begitu kata pepatah yang sering kita dengar dan ucapkan.
***
sumber: majalahonlinewanitaindonesia.com

Kamis, 05 Mei 2011

Kiat Menghemat Biaya Renovasi Rumah



Bosan dengan interior desain rumah yang sudah kelihatan tua? Saatnya anda untuk melakukan renovasi rumah di berbagai sudut untuk memberi suasana baru agar anda dan keluarga lebih nyaman saat menghabiskan waktu bersama. Semua setuju, bahwa merenovasi bagian tertentu dari rumah mampu membangkitkan energi positif serta membawa kesegaran. Sayangnya, untuk mewujudkannya pemilik rumah harus mengeluarkan biaya renovasi rumah yang tidak sedikit. Untuk itu diperlukan beberapa kiat agar dapat menghemat dana.
Saat berencana untuk melakukan renovasi rumah, perlu kiranya membekali diri dengan mencari informasi tentang renovasi rumah mulai dari pemilihan kontraktor, harga pasaran bahan baku hingga model yang ingin dikerjakan. Dengan begitu, anda dapat merancang biaya renovasi rumah dengan tepat dan cermat. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat anda lakukan untuk menghemat biaya saat melakukan renovasi rumah anda.
Menentukan Waktu Pengerjaan
Salah satu cara agar biaya renovasi rumah menjadi lebih hemat dengan memilih waktu yang tepat pengerjaannya. Hindari pelaksaan di musim hujan karena seluruh proses pengerjaan akan sering tertunda terlebih jika membutuhkan penyemenan di daerah luar rumah. Pilihlah waktu yang tepat untuk mengerjakannya seperti musim kemarau agar renovasi rumah cepat selesai.
Memanfaatkan Variasi Harga Bahan Baku
Salah satu elemen penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja adalah penggunaan bahan baku. Agar dapat berhemat, lakukan survey ke berbagai panglong atau penyedia jasa untuk keperluan renovasi rumah. Banyaknya toko yang menjual bahan baku tentu memberikan harga yang bervariasi antara toko yang satu dengan yang lainnya. Manfaatkan keragaman ini untuk mencari bahan baku yang ditawarkan dengan harga murah.
Memilih Mandor Yang Berpengalaman
Memilih mandor atau tukang untuk mengerjakan pekerjaan renovasi yang sudah memiliki pengalaman adalah langkah yang tepat untuk menghemat biaya renovasi rumah. Kabar buruknya, tidak semua orang memiliki sumber untuk mendapatkannya. Lantas, adakah cara mudah untuk menemukannya? Mudah, manfaatkan referensi dari teman, anggota keluarga atau rekan kerja yang pernah melakukan pekerjaan untuk merenovasi rumah.
***

sumber: mlapak.com

Senin, 04 April 2011

Memilih Warna Cat untuk Rumah Minimalis



Memilih warna cat rumah minimalis sangatlah penting sebab disamping memberikan keindahan rumah tempat tinggal, juga akan memberikan paduan bangunan dengan warna dari dinding ataupun perabotan rumah. Memilih warna cat rumah minimalis sebenarnya gampang-gampang susah, karena selain bentuk bangunan, penghuni rummah tersebut juga mempunyai andil dalam menentukan warna apa yang akan dijadikan cat rumah.

Sedikit informasi saja, bahwasannya warna yang berkilau dan cerah akan menambah semangat bagi pemilik rumah, sementara untuk warna pastel akan menjadikan seisi rumah tenang serta rilek. Adakalanya warna kelihatan gelap bila dicat didalam rumah, namun juga sebaliknya warna yg sama terlihat terang diluar rumah.

Dibawah ini mungkin bisa dijadikan pedoman bagi anda yang bingung dlm memilih warna cat rumah minimalis:

Untuk dinding ruangan berikan warna yang cerah dan netral. Berilah aksen dengan menggunakan permainan dua warna yang sengaja ‘ditabrakkan’ untuk menghapus kesan monoton. Pilihan warna ini dapat juga diterapkan pada pilar rumah.

Kemudian untuk warna teras rumah, anda dapat memadukan pilihan warna cerah dengan pemasangan batu alam yang berwarna soft dan berkarakter. Saat ini pilihan batu alam yang dapat digunakan sangat beragam.

Kusen pintu dan jendela, sebaiknya menggunakan kusen alumunium karena lebih presisi. Pilihlah kusen berwarna gelap. Bila menggunakan kayu pilihlah yang tidak terlalu banyak profil agar tidak menghilangkan nilai minimalis.

Untuk menghias dinding gantunglah lukisan atau foto dengan komposisi dan frame yang simple tanpa profil atau ukiran. Lukisan dan foto pada dinding sebaiknya tidak terlalu banyak, pilihlah yang besar dari koleksi lukisan dan foto anda.

Pemilihan warna car rumah minimalis seperti disebutkan di awal dapat digunakan untuk keseluruhan ruangan. Namun bila ingin lebih personal, anda dapat membedakan warna untuk beberapa ruangan yang bersifat personal pula.

Dapur misalnya, anda bisa menggunakan “warna-warna turunan” dari warna kesukaan istri anda untuk ruangan ini. Warna-warna turunan hijau, orange, merah dan hijau juga dapat menimbulkan kesan bersih dan segar. Tentunya warna turunan tadi juga harus tetap mempertimbangkan keselarasan dengan warna ruangan lainnya dan warna rumah keseluruhan.

Begitu pula dengan kamar tidur, penggunaan warna-warna turunan dari warna kesukaan pemilik kamar adalah pilihan yang bijak. Dengan pemilihan perabotan, aksesoris dan pencahayaan yang tepat, ruang pribadi ini tidak akan kehilangan nuansa minimalis dan tentunya lebih nyaman.



***


sumber: disaintiangrumahkediri.blogspot.com

Kamis, 03 Maret 2011

6 Tips Aman dan Nyaman Memilih KPR (Kredit Pemilikan Rumah)



Dewasa ini, untuk membeli sebuah rumah tanpa kredit di daerah perkotaan bagaikan mimpi di siang bolong. Betapa tidak, harga rumah yang melambung tinggi membuat sebagian masyarakat semakin kesulitan menjangkaunya.

Untungnya, beberapa bank telah mencoba menjembatani dengan mengeluarkan produkKredit Pemilikan Rumah (KPR). Memang, produk ini menawarkan bantuan bagi masyarakat. Namun, seringkali masyarakat umum masih merasa gamang mengambil KPR. Alasannya, mereka belum siap mental berutang, ragu akan kemampuan melunasi dan berbagai alasan lainnya. Nah, bagi Anda yang ingin memiliki rumah melalui KPR, berikut beberapa tips yang perlu Anda ketahui:

Tentukan jangka waktu KPR
Saat ini, di Indonesia berlaku jangka waktu maksimal yang ditawarkan selama 15 tahun. Makin lama jangka waktu kredit, makin besar pula total bunga harus dibayar.
Meskipun demikian, lebih baik jika Anda mengajukan jangka waktu kredit terpanjang supaya cicilan per bulannya kecil. Anda tak perlu khawatir, pengambilan jangka waktu kredit panjang memang disarankan, mengingat investasi properti (rumah dan tanah) nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Bijak tentukan besarnya cicilan
Setelah memutuskan mengambil KPR, tentu Anda harus menyediakan dana uang muka rumah sebesar 30 % dari harga rumah, dan pinjaman KPR bank tak boleh melebihi 70 % dari harga rumah. Maka, usahakan besarnya KPR yang Anda ambil jangan melewati 30 % dari pendapatan Anda perbulannya. Hal tersebut penting agar keuangan Anda tidak tergerus oleh cicilan hutang dan bank tidak menolak permohonan kredit Anda karena meragukan kemampun Anda dalam mengembalikan pinjamannya.

Siapkan uang tunai
Anda pasti bertanya, untuk apa uang tunai kalau memilih KPR? Jawabannya, uang tunai dibutuhkan untuk pengurusan KPR di bank antara lain untuk biaya administrasi booking fee, biaya penilaian jaminan, administrsi kredit dan provisi kredit.
Uang tunai juga dibutuhkan untuk mengurus biaya Asuransi, antara lain berupa asuransi jiwa untuk menutupi debitur dan asuransi kebakaran untuk membiayai rumah yang dijadikan agunan KPR tersebut, serta biaya pengikatan kredit secara hukum yang terdiri dari biaya Akta Pengakuan Utang dan Perjanjian Kredit, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), Akta jual-beli biaya bea balik nama sertifikat, BPHTB dan jasa notaris.

Jangan salah pilih
Ada baiknya, Anda membandingkan dulu bermacam fasilitas KPR yang ditawarkan tiap bank. Anda jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Biasakan diri Anda untuk membandingkan paket KPR yang ditawarkan antarbank dan pilihlah yang menurut Anda ringan. Jangan lupa, pilih bank tempat Anda menjadi nasabahnya. Ini untuk mempermudah penyelesaian seandainya terjadi masalah dengan KPR Anda.

Track record
Lho, apa urusannya dengan track record? Ya, rekaman transaksi Anda harus dijaga dengan baik di bank manapun. Hal ini penting untuk menghindarkan Anda dari penolakan kredit karena bank bisa saja melakukan crosscheck antarbank melalui Bank Indonesia, melalui fasilitas Daftar Hitam Nasabah (DHN) untuk melacak riwayat transaksi Anda.

Siapkan "penampilan"
Penampilan formal maupun informal akan mempengaruhi penilaian bank terhadap Anda, terutama "penampilan" keuangan Anda. Ya, Anda harus mampu menunjukkan bahwa rekening Anda cukup aktif dalam pergerakan dana keluar-masuk di rekening koran/tabungan sehingga pemberi kredit yakin akan kemampuan Anda mengembalikan KPR tersebut.

Selain itu, penampilan formal, yakni, usia pemohon KPR antara 21 tahun dan maksimal 60 tahun saat berakhir pinjaman, fotokopi KTP pemohon, fotokopi kartu keluarga/Akta nikah, fotokopi rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir, dan dokumen lain yang dibutuhkan terkait profesi Anda. Nah, Anda sudah siap memilih KPR yang baik untuk Anda? Miliki hunian impian Anda dengan cara yang tepat, jangan sembarang!
***
sumber : kompas.com