Kamis, 28 Februari 2013

Apa yang Menyebabkan Panas di Rumah?


Penggunaan air conditioner sering kali bukan menjadi solusi mendinginkan ruangan. Kenali penyebab panasnya ruangan di rumah Anda.
Kenyamanan saat beraktivitas di ruang tak hanya tergantung pada suhu ruangan. Kenyamanan juga terkait pada elemen-elemen struktur yang "bekerja" menahan terpaan sinar dan menyaringnya sehingga panas tak masuk ke dalam ruangan.
Menjaga suhu yang nyaman bisa dengan mengurangi perpindahan panas di luar ruangan ke dalam bangunan. Begitu pula sebaliknya. Sebisa mungkin, kita harus bisa menahan perpindahan suhu dingin dari dalam ke luar bangunan. Perpindahan ini bisa terjadi dalam 3 proses, yaitu konveksi (convection), konduksi (conduction), dan radiasi (radiation).
Menurut Adi Bhakti, Project Sales Manager dari PT. MDU Anugerah, konduksi bisa terjadi karena ada perpindahan panas yang melalui benda berpenghantar. Contoh paling mudah adalah gelas teh yang bisa jadi panas karena menampung air panas.
Konveksi adalah perpindahan panas akibat adanya gerakan udara, yaitu udara panas naik ke atas dan udara dingin akan turun ke bawah. Angin pun bisa membawa udara panas ke dalam rumah. Sedangkan radiasi terjadi akibat adanya panas meresap dalam bahan atau material yang memiliki kemampuan meningkatkan suhu benda tersebut.
Contoh paling mudah adalah mobil yang terparkir di bawah terik matahari. Radiasi panas matahari akan menyebabkan isi mobil juga ikut panas meskipun mobil tertutup rapat.
Radiasi panas yang terakumulasi di dalam mobil adalah penyebabnya. Padahal, bisa jadi suhu di luar mobil tidak sepanas itu.
Tentu saja, hal itu juga bisa terjadi pada bangunan Anda. Untuk mencegahnya, Anda bisa menggunakan pelapis yang berfungsi sebagai insulasi panas yang berasal dari ketiga proses di atas.
Penggunaannya pun tak hanya untuk atap, melainkan juga dinding. Karena dinding yang biasanya menghadap ke barat pun bisa menjadi media konduksi dari radiasi panas.
***
sumber: http://properti.kompas.com

Sabtu, 23 Februari 2013

Agar Kamar Mandi Tidak Rentan Kotor


Setiap rumah memerlukan setidaknya satu kamar mandi. Jika jumlah kamar mandi yang sedikit berbanding terbalik dengan penggunanya, tentu jumlah penggunaan dan traffickamar mandi akan semakin tinggi.
Tentu saja, kamar mandi menjadi rentan kotor dan tidak terawat. Padahal, kotoran yang menumpuk terlalu lama akan sulit dibersihkan.
Biasanya, ketika sudah sulit dibersihkan, pengguna kamar mandi cenderung membersihkan kamar mandi dengan cara instan, yaitu menggunakan cairan pembersih berbahan kimia berbahaya. Padahal, Anda bisa menghindari hal-hal tidak diinginkan akibat dari pemakaian zat kimia tersebut di kamar mandi. Simak tipsnya berikut ini: 
Lima menit
Pertama, bersihkan kamar mandi setiap hari. Gunakan waktu lima menit Anda setiap hari untuk membersihkan kamar mandi. Dengan cara "mencicil", Anda akan mendapatkan kamar mandi yang selalu bersih tanpa perlu menghabiskan banyak waktu.
Abrasif
Berhentilah menggunakan bubuk penggosok untuk bak mandi dan bath tub Anda. Bubuk tersebut terlalu abrasif untuk Anda gunakan setiap hari. Setelah mandi, gunakan semenit waktu Anda untuk mengelap bath tub dan keran dengan lap untuk membantu menghilangkan sisa-sisa sabun dan mencegah adanya penumpukan mineral.
Tirai shower
Bukalah tirai shower Anda seusai mandi. Dengan cara ini, tidak ada air yang mengendap di antara lipatan. Bila perlu, hilangkan air pada tirai shower dengan spons karet setiap selesai Anda gunakan.
Minyak esensial
Gunakan cara tidak beracun yang efektif untuk membersihkan tempat mandi Anda. Gunakan satu sendok teh sabun cair dan beberapa tetes minyak esensial anti bakteri (seperti eucalyptus, rosemary, atau peppermint) ke dalam satu cangkir baking soda. Tambahkan cukup air hingga mampu membuat pasta. Seka bath tub Anda dengan pasta ini dan spons atau sikat.
Cuka dan air
Bebaskan showerhead Anda dari timbunan mineral dengan cara sederhana ini. Isi sebuah kantung plastik dengan larutan cuka putih dan air. Rendam showerhead dalam kantung plastik berisi larutan cuka tersebut. Biarkan showerhead tersebut terendam semalam dengan menggantung plastik tepat pada showerhead. Setelah itu, keesokan harinya, gosok muka showerhead dengan sikat gigi tidak terpakai.
Berhati-hatilah dengan marmer!
Marmer memang tampak cantik dan glamor. Namun, karena sifatnya yang lembut dan berpori, marmer dapat dengan mudah teroda, terbaret, dan pecah. Karena itu, Anda perlu membersihkannya secara teratur dan selembut mungkin. Gunakan spons lembut dan sabun yang juga lembut.
Dual-flush
Gunakanlah kloset dengan fitur dual-flush. Dengan memilih kloset semacam ini, Anda dapat mengurangi jumlah penggunaan air. Umumnya, kloset dengan model konvensional mampu menghabiskan 13,2 liter hingga 26,4 literair per-flush. Dengan fitur efisien, Anda dapat menghabiskan hanya 3 hingga 3,4 liter air (mode buang air kecil) atau 4,7 liter hingga 6 liter.
Jamur
Pasanglah kipas exhaust untuk mengurangi adanya jamur. Kipas ini memastikan adanya perputaran udara di dalam kamar mandi. Dengan adanya perputaran udara, kelembaban kamar mandi dapat berkurang.
Pengharum ruangan
Terakhir, gunakan pengharum udara alami untuk kamar mandi. Anda dapat mengkombinasikan 30 hingga 40 tetes minyak esensial dari tiga minyak berbeda (gunakan kombinasi lemon-lavender) dengan satu cangkir air dalam botol sprei. Kocok dengan benar hingga minyak bercampur sempurna. Semprotkan wewangian alami tersebut di kamar mandi Anda.
***
Sumber: http://www.marthastewart.com

Selasa, 19 Februari 2013

Cermat Saat Renovasi di Musim Hujan


Musim panas adalah saat paling tepat membangun atau merenovasi rumah. Udara dan terik matahari mampu mempercepat proses pengeringan material yang digunakan. Material juga tidak lekas rusak karena terus-menerus diguyur hujan.
Namun, karena satu dan lain hal, pengerjaan renovasi atau penambahan sebuah ruangan harus tetap berjalan walaupun saat musim hujan. Dengan tetap mempertimbangkan beberapa hal, penerjaan renovasi rumah dapat berjalan baik dan sesuai rencana.
Setelah mengamankan material yang rentan terhadap air dan kelembaban, seperti semen, kayu, serta pasir, hal yang juga penting dipertimbangkan adalah proses pengerjaan.
Cuaca yang tidak menentu memang memicu kita untuk segera merampungkan proses pembangunan. Kualitas pekerjaan seolah tidak diprioritaskan mengingat semua demi mengejar tenggat waktu. Pekerjaan tergesa-gesa seperti inilah yang tentu akan berdampak pada buruknya hasil akhir.
Kurang kuatnya fondasi dan dinding yang mudah retak merupakan dua contoh akibat pengerjaan terburu-buru. Oleh sebab itu, ketika memutuskan untuk membangun atau merenovasi rumah di kala cuaca tidak bersahabat, alangkah baiknya Anda segera menyiapkan terpal atau sejenisnya sebagai atap sementara. Atap darurat tersebut berguna untuk mencegah masuknya air ke lubang fondasi.
Hal serupa juga berlaku pada proses pengerjaan dinding. Dinding akan berdiri kokoh jika adukan semen, pasir dan air bercampur dengan komposisi tepat. Guyuran hujan yang menerpa "lem" pada batu bata tentu akan mempengaruhi daya rekat sehingga mengakibatkan dinding menjadi goyah dan tidak rata.
Oleh karena itulah, ada baiknya Anda segera melindungi dinding baru tersebut dengan bahan terpal atau plastik yang kuat dan besar agar tidak terkena hujan. Melindungi dinding dari siraman hujan akan membuat dinding mudah kering dan selanjutnya dapat segera dilakukan tahap finishing, yakni pemlesteran, pengacian, serta pengecatan.
Selamat merenovasi!
***
Sumber :
Kompas Klasika

Minggu, 10 Februari 2013

Merancang Ulang Taman yang Rusak


Selain membawa kerusakan pada rumah-rumah, banjir juga mampu merusak pekarangan rumah Anda. Saat air surut, tiba waktunya bagi Anda menata kembali rumah dan juga taman Anda.
Rancang kembali taman Anda yang rusak dihantam banjir, dan jangan lupa siapkan juga strategi jitu untuk merawatnya. Berikut ini beberapa tips untuk menyuburkan tanaman dan menghindarinya dari hama:
Lebih cerah
Buat taman Anda tampak lebih cerah dengan menanam bunga-bunga beraneka warna. Bagi Anda penggemar bunga mawar, gunakan abu batang kayu untuk menyuburkannya.
Abu dan air AC
Tabur abu pada akar bunga mawar seminggu sekali dan lihat hasilnya! Bila ingin bunga yang lebih lebat, gunakan air kondensasi AC setiap hari, serta memotong bunga kering.
Tumbukan kulit pisang yang telah Anda simpan beberapa hari juga bisa menyuburkan tanaman bunga Anda. Taburkan tumbukan kulit pisang tiap pagi dan sore.
Vetsin
Selain kedua solusi ini, Anda juga bisa menggunakan vetsin. Taburkan vetsin ke media tanam dan siram dengan air bersih sedikit-sedikit hingga meresap pada media tanam. Ulangi setiap lima hingga tujuh hari.
Serbuk agar-agar
Untuk menjaga kesuburan tanaman, sebaiknya Anda menyiram tanaman Anda setiap hari dan sesekali memberinya pupuk. Namun, ada pengganti pupuk yang bisa Anda gunakan. Pengganti pupuk ini relatif murah, yaitu serbuk agar-agar.
Anda hanya memerlukan air panas, air dingin, dan serbuk agar-agar. Caranya juga mudah. Ambil satu sampai dua sendok makan serbuk agar-agar. Larutkan dalam segelas air panas.
Setelah larut, tambahkan sedikit demi sedikit air dingin sebanyak tiga gelas. Aduk rata. Setelah larutan siap, segera siramkan pada tanaman di rumah Anda. Berikan seminggu sekali.
Berantas hama 
Selain merawat, Anda juga harus membantu tanaman Anda "melawan" hama. Untuk membasmi ulat pohon, campurkan kapur sirih dan oli dengan perbandingan 1:1. Ambil sesendok-sesendok dan bungkus dengan daun pisang. Ikatkan bungkus-bungkus daun pisang pada batang pohon Anda.
Gunakan juga campuran cabai merah keriting yang dihaluskan dengan blender dan 600 ml air. Jemur campuran ini di bawah terik matahari. Saring, dan masukkan larutan cabai ke botol spray. Kini, Anda punya pestisida buatan Anda sendiri.
***
Sumber: 200 Ide Kreatif Seputar Rumah

Sabtu, 02 Februari 2013

Memikat Fasad Lewat Batu Alam


Pesona batu alam tak ada habisnya, ia mampu memberi kesan alami sekaligus mempercantik tampilan rumah. Tak heran, jika banyak orang mengaplikasi material ini. Salah satunya di fasad rumah.
Salah satu cara untuk mendapatkan fasad yang cantik dan menarik, yaitu dengan memainkanfinishing-nya. Dari sekian banyakfinishing yang ada, batu alam adalah material yang dianggap memiliki kemampuan untuk mengubah tampilan fasad rumah menjadi lebih alami. Kehadirannya juga dianggap dapat menetralisir kesan kaku bangunan. Beragam orang memiliki pendapat berbeda mengapa menggunakanfinishing batu alam. Ada yang suka karena warna, motif, atau teksturnya. Tetapi, bagaimana caranya biar tampilan batu alam dapat memikat fasad rumah Anda?
Pilihannya Apa Saja?
Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah jangan sembarangan pilih batu alam. Anda harus mengenal karakteristiknya agar sesuai dengan konsepnya. Setidaknya ada 5 jenis material batu alam yang sering dipergunakan untuk dijadikan fasad, yaitu batu candi, paras, lempeng kali, andesit, dan marmer. Ini dia karakteristiknya.
Batu candi mudah menyerap air karena berpori besar, berwarna gelap, dan memiliki tekstur kasar. Batu paras mudah menyerap air karena berpori besar, berwarna terang (kuning, hijau, cokelat, dan putih), dan bertekstur halus. Batu lempeng kali memiliki pori kecil, berwarna gelap, dan keras. Batu Andesit memiliki pori kecil, berwarna gelap, dan keras. Batu marmer memiliki pori kecil, warna terang (abu-abu, krem, broken white), keras, dan paling mahal.
Catatannya, semakin besar pori semakin rentan batu berlumut. Anda wajib meng-coating batu untuk meminimalisir masalah yang timbul. Selain itu, semakin muda warnanya akan semakin mudah terlihat jika kotor.
Dimana Meletakkannya?
Sah-sah saja Anda meletakkan batu alam di manapun. Tetapi perlu diingat, jangan sampai kahadiran batu alam merusak tampilan wajah rumah. “Kalo saya, sih, menyarankan batu alam jadi aksen ataupoint of interest. Bukan jadi elemen utama yang mendominasi semua fasad,” terang Bambang Soesatyo, ST, Arsitek. “Perbandingan antara dinding batu alam dengan dengan dinding bidang fasad lainnya tidak melebihi 40%,” tambahnya.
Sedangkan untuk perletakannya, Bambang lebih menekankan sifatnya mengelompok dalam satu bidang dan tidak menyebar. “Kalo sudah di area tengah, ya area tengah saja. Misal, di sepanjang dinding dari mulai teras, balkon, hingga plafon atap di atas balkon, menggunakan batu. Sisanya, cukup menggunakan dinding finishing cat saja,” ungkapnya.
Memasangnya? Mudah, kok!
Memasang batu alam tak jauh berbeda dengan memasang keramik. Sebelum dipasang, rendamlah batu alam di dalam air. Lalu, tempelkan plesteran semen ke dinding dan tempelkan batu alam ke plesteran tersebut. Plesteran yang digunakan harus menggunakan semen khusus atau semen instan agar batu alam lebih kuat menempel. Semakin jelek kualitas plesteran dipastikan batu alam akan mudah lepas dari dinding.
Jangan lupa untuk mengetuk-ngetuk batu dengan palu atau pegangan sekop agar menempel sempurna. Lakukan hingga semua bidang terpasang. Setelah pemasangan, sikat permukaan hingga bersih dari cipratan plesteran dan keringkan. Lalu, lapisi dengan cairan coating. Untuk tambah memperkuat keindahan batu alam, lindungi permukaannya dengan anti jamur dan lumut. Dengan pemasangan yang tepat, fasad dari batu alam makin tampil memikat, kan?
***

sumber: tabloidrumah.com

Jumat, 25 Januari 2013

Tanah Merah Bagus Untuk Pengurukan


Pekerjaan menguruk bukanlah pekerjaan kecil dan sepele. Material yang digunakannya pun harus yang terbaik karena akan membantu dalam menopang bangunan di atasnya. 

Tidak sepenuhnya menopang, sih, karena tetap fungsi utama menopang bangunan terletak pada kekuatan pondasi dan struktur bangunan. Tetapi tetap saja, keduanya tidak akan berdiri kokok tanpa alas yang baik. 

Salah satu yang menjadi kriteria utama material pengurukan adalah tanah yang digunakan harus memiliki tingkat kepadatan yang baik. Dari sekian jenis tanah yang ada, tanah merah dianggap memiliki tingkat kepadatan tanah yang lebih baik dibanding tanah hitam. 

“Dari bobot, kepadatan, maupun daya rekatnya, tanah merah ini lebih baik dibanding dengan tanah hitam,” terang Anton, penjual tanah merah di daerah BSD, Tangerang. Hanya saja, Anto menjelaskan agar fungsinya maksimal sebagai alas bangunan, tanah merah tidak dipadatkan dalam kondisi tanah basah. 

 “Kondisi tanah merah sebaiknya kering. Setelah tanah dimasukkan ke area urukan, lalu dipadatkan dengan alat,” terang Anto mengenai teknik pengerjaannya. Untuk harga tanah merah di pasaran sekitar Rp200.000-an.

***
sumber: tabloidrumah.com

Senin, 24 Desember 2012

Haruskah Pergi Saat Rumah Direnovasi


Renovasi rumah tidak selalu berskala besar. Namun demikian, pemilik rumah seringkali enggan meninggalkan rumahnya ketika proses perbaikan tersebut tengah dilakukan. Padahal, tetap tinggal di rumah ketika renovasi berlangsung berpotensi menyusahkan kontraktor dan si pemilik rumah.
Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan sebelum Anda memutuskan akan tinggal atau meninggalkan rumah selama renovasi berlangsung: 
Anggaran
Salah satu pertimbangan terbesar adalah jumlah anggaran yang Anda siapkan. Jika memilih untuk menyewa tempat selama merenovasi rumah, ada biaya harus Anda siapkan.
Namun, tinggal di rumah juga tidak lantas lebih baik. Hal ini bergantung dari seberapa besar perbaikan rumah Anda, karena kemungkinan besar Anda harus tinggal di antara debu dan puing.
Debu, kotoran, dan puing-puing tentu tidak ramah pada kesehatan Anda dan keluarga, terutama yang memiliki alergi debu. Jika keluarga tidak dapat bertoleransi dengan keadaan kotor, sebaiknya Anda memilih untuk pindah sementara waktu dari rumah Anda. Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati, bukan?
Tipe proyek
Selain anggaran, pertimbangkan juga tipe proyek yang akan Anda kerjakan pada rumah Anda. Salah satu contohnya, jika melepas genteng dan berniat meninggikan rumah, ada baiknya Anda tinggal di luar rumah untuk sementara. Selain itu, kegiatan seperti ini umumnya mengharuskan Anda mematikan aliran listrik dan air sehingga Anda akan sulit beraktivitas.
Namun, jika hanya pekerjaan mengecat rumah atau melakukan perbaikan kecil, tak ada salahnya Anda tetap tinggal di rumah sembari menjaga barang-barang Anda dari tangan-tangan usil tidak bertanggungjawab.
Skala
Luas wilayah yang mengalami renovasi bisa menjadi salah satu pertimbangan. Jika renovasi melibatkan semua kamar mandi dan seluruh bagian dapur, sebaiknya Anda meninggalkan rumah sementara waktu. Pasalnya, tidak banyak pekerjaan bisa Anda lakukan di rumah.
Selain itu, untuk sementara kondisi sanitasi dan fasilitas rumah juga belum prima. Maka, ada baiknya Anda menghindari risiko yang membahayakan kesehatan keluarga Anda.
Anak-anak
Umumnya, anak-anak akan tertarik dengan hal baru yang ada di sekelilingnya. Perbaikan rumah akan menjadi salah satu "magnet" bagi mereka. Padahal, lokasi renovasi rumah akan penuh dengan barang-barang pertukangan, bahan kimia, dan benda tajam lainnya. Untuk itu, jangan biarkan rasa ingin tahu mereka justru berbahaya dan berpotensi mencelakakan.
Sewa tempat
Menyewa tempat untuk sementara atau menumpang di rumah kerabat bisa menjadi jalan keluar. Jika enggan membiarkan rumah tanpa pengawasan, Anda dapat mengunjungi rumah dan melihat kemajuan renovasi setiap hari. Selain anak, pastikan juga Anda menjaga hewan peliharaan jauh-jauh dari lokasi renovasi.
Memasak
Memasak dapat terkendala akibat proses renovasi. Namun, selama Anda bisa membuat "dapur darurat" untuk sementara waktu, Anda masih dapat tinggal di rumah. Namun, pastikan kondisi sanitasi rumah tetap terjaga, terutama agar debu tidak masuk ke dalam masakan dan wadah memasak Anda.
Anda harus keluar
Beberapa tahap penyelesaian seperti finishing lantai kayu tentu akan memaksa Anda untuk meninggalkan rumah, setidaknya satu hari. Daripada memiliki lantai yang tidak tampak bagus, sebaiknya Anda ikuti saran kontraktor dan tidak berada di rumah meski hanya stau hari.
Proses penyelesaian
Jika sudah memutuskan untuk meninggalkan rumah selama renovasi, namun Anda tidak sabar untuk segera kembali ke rumah, tunggulah hingga saat yang tepat. Memang, Anda tidak perlu menunggu hingga rumah benar-benar selesai renovasi. Setidaknya, tunggulah hingga mencapai proses finishingatau penyelesaian.
Lebih tenang
Sebenarnya, ada manfaat lain jika Anda bersedia untuk meninggalkan rumah. Dengan tidak melihat prosesnya dan tidak tinggal di antara puing-puing, Anda akan lebih tenang. Anda tidak pusing dengan berbagai pekerjaan dari hari ke hari.
Sayangnya, hampir semua proses renovasi tidak berjalan sesuai rencana. Jika sudah berniat tinggal di rumah Anda selama renovasi, sebaiknya Anda sudah bersiap untuk menyaksikan kemungkinan terburuk. Kemungkinan-kemungkinan tersebut antara lain pembengkakan biaya, hasil renovasi tidak sesuai keinginan Anda, serta debu dan kotoran menumpuk.
Anda juga harus lebih sering membersihkan rumah. Cobalah membersihkan debu-debu setiap hari agar meringankan beban Anda saat proses pengerjaan selesai.
***
Sumber :

Jumat, 23 November 2012

Posisi Jendela dan Arah Hadap yang Bikin Dapur Nyaman


Sinar matahari yang berlimpah bisa jadi sahabat, namun sekaligus juga bencana bagi dapur Anda. Untuk itu, perhatikan penempatan jendela dan arah hadap bangunan jika ingin dapur Anda nyaman.
Dapur membutuhkan sirkulasi udara yang baik. Aktivitas memasak akan berlangsung lebih nyaman dalam ruangan dengan udara mengalir lancar.
Cahaya matahari yang cukup, juga tak kalah penting. Selain lebih menghemat listrik, ruang juga terhindar dari lembap.
Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki sinar matahari berlimpah. Matahari terdiri dari elemen terang dan panas. Terang matahari dibutuhkan untuk menghemat penggunaan energi, namun panas yang berlebihan membuat rumah menjadi tidak nyaman. Sisi utara dan selatan menerima sedikit panas dibanding sisi barat dan timur. Karena itu, jendela atau bukaan dari sisi barat dan timur harus dihindari.
Idealnya, sisi bangunan yang sempit harus diarahkan pada posisi matahari rendah (utara dan selatan). Agar dapur Anda lebih nyaman, perhatikan beberapa hal berikut:
1. Manfaatkan jendela yang besar untuk mengakses udara dan cahaya secara maksimal pada sisi utara dan selatan.
2. Masih mungkin bagi Anda untuk membuat jendela pada sisi timur, karena cahaya yang masuk dari arah timur adalah cahaya pagi yang tidak terlalu panas.
3. Sebaliknya, hindari bukaan pada sisi barat. Jika dapur sudah telanjur menghadap ke arah barat, buat penghalang berbentuk kisi-kisi horizontal, atau kerai bambu, di bagian depan sisi yang menghadap barat.
4. Jika tidak memungkinkan adanya bukaan atau jendela, buatlah lubang cahaya. Besar lubang cahaya sebaiknya 1/10 dari luas lantai ruangan. Misalkan luas dapur Anda 10m² berarti lubang cahaya yang harus dimiliki adalah 1m². Sedangkan untuk membuang asap masakan, pergunakan cookerhood.
5. Tempatkan area basah pada sisi barat agar penumpukan panas pada ruang di sisi itu dapat dinetralisir oleh air.
***
Sumber :
iDEA

Senin, 22 Oktober 2012

Merancang Taman untuk Menghilangkan Stres


Memiliki taman tertata apik dan penuh berbagai tanaman hijau di rumah bisa jadi merupakan impian penduduk kota. Pasalnya, memiliki kebun semacam ini mampu mengurangi tekanan stres yang "menghiasi" hari-hari mereka.
Namun demikian, memiliki taman semacam ini bukan hal instan. Anda harus bekerja cukup keras mulai dari perancangan taman hingga pemeliharaan. Sebaliknya, membayar orang lain untuk membuat dan memelihara taman Anda akan mengurangi esensi dari kegiatan berkebun yang menenangkan dan menghindarkan Anda dari stres.
Untuk itu, jika masih bersikeras membuat taman di rumah Anda, hal pertama perlu dilakukan adalah mencari penataan paling cocok dengan gaya hidup Anda. Pertimbangkan tujuan Anda membuat taman atau kebun, apakah ingin menyediakan tempat bermain untuk anak-anak Anda atau ingin memberikan area lebih luas bagi hewan peliharaan Anda?
Anda harus memanfaatkan tujuan Anda untuk memikirkan desain dan prioritas di taman. Selanjutnya, bagaimana Anda dapat memelihara taman dengan gaya hidup Anda sekarang?
Lanskap yang sangat membutuhkan perawatan hanya cocok bagi mereka yang mampu menyediakan waktu dan tenaganya untuk taman mereka. Bagi Anda yang masih harus membagi waktu antara pekerjaan dan rumah, ada baiknya membuat taman sederhana yang lebih sedikit membutuhkan perawatan.
Setelah menentukan peruntukan dan menyadari keadaan Anda, kenali juga selera Anda. Identifikasi bentuk dan jenis desain taman yang Anda inginkan.
Anda dapat membuat taman tampak modern, rustic, tradisional, atau bahkan campuran dari beberapa gaya desain. Saran untuk Anda, pastikan desain taman ini mampu "bekerjasama" dengan iklim sekitar.
Selanjutnya, kembangkan "palet tanaman" Anda. Cobalah mencari tahu tanaman apa saja yang khas di lingkungan Anda, baik itu tanaman-tanaman wangi, tanaman yang mampu bertahan dalam musim kemarau, tanaman penarik burung dan kupu-kupu, tanaman dan bunga berwarna dan sebagainya. Selain itu, cari tahu juga tanaman yang dapat Anda konsumsi.
Setelah membuat daftar, cek kemampuan tanaman-tanaman tersebut beradaptasi di taman Anda. Untuk proses satu ini, Anda dapat meminta bantuan profesional. Bekerja sama dengan para profesional juga dapat Anda lakukan dengan cara berkonsultasi atas desain taman, elemen lanskap, serta segala kemungkinan yang akan terjadi di taman Anda. Jangan sungkan untuk bertanya kepada para ahli agar Anda bisa mendapatkan taman yang Anda inginkan.
Terakhir, Anda harus realistis dengan bertanya kepada diri Anda sendiri soal anggaran Anda membuat taman. Bukan hanya kemampuan Anda membuat taman, namun Anda juga sebaiknya mengantisipasi biaya perawatannya. Selain itu, pastikan juga tanaman Anda tidak akan mengganggu tetangga Anda.
Selamat berkebun!
***
Sumber :

Jumat, 21 September 2012

Memperkuat Karakter Putih di Ruang Tamu


Menata ruangan dengan dominasi putih tak cukup hanya bermodal furnitur putih dan dinding warna putih. Anda bisa mencoba menggunakan aksesori cantik beruansa warna lain selain putih.
Ya, ruang tamu penuh dengan furnitur berwarna putih, bukan berarti tidak dapat diberi aksesori berwarna putih juga. Bahkan, putih polos agar tak jadi monoton. Aksesori putih terbuat dari bahan keramik, bantal hitam, atau lukisan aneka warna bisa menjadi pilihan Anda untuk memperkuat karakter putih pada ruangan Anda.
Anda bisa sedikit aksen dari warna kontras seperti hitam atau biru pada ruang tamu Anda. Nah, kira-kira, apa yang menarik untuk Anda tampilkan sebagai penyanding nuansa putih di ruang tamu Anda saat ini?
***
Sumber :
iDEA

Senin, 20 Agustus 2012

Warna-warni Kelereng untuk Mempercantik Pagar


Anda sebetulnya bisa membuat taman Anda lebih cantik dengan cara memanfaatkan pagar kayu di sekeliling taman. Mempercantik taman tidak selalu harus memikirkan jenis tanaman bunga penuh warna atau ornamen seperti wind chime, air mancur, atau beragam lampu.
Salah satu upaya simpel bisa Anda lakukan adalah mengubah pagar kayu membosankan di rumah Anda. Anda bisa membuatnya menjadi pagar yang unik hanya dengan menambahkan kelereng pada pagar tersebut. Simak caranya:
- Langkah pertama, siapkan kelereng dalam jumlah yang cukup banyak. Jika mau sedikit repot, Anda dapat mencampur beberapa ukuran kelereng.
- Pastikan kelereng Anda berwarna-warni dan bening. Fungsinya agar cahaya dapat tembus melalui kelereng dan membiaskan cahaya matahari.
- Selain kelereng, Anda juga membutuhkan palu karet dan bor. Sebelum melubangi pagar Anda, cobalah dahulu melubangi "papan latihan" dengan ketebalan sama dengan pagar Anda.
- Cari ukuran mata bor yang sempurna untuk kelerang Anda. Sebagai saran, pilih mata bor dengan diameter sedikit lebih kecil dari kelereng Anda.
- Gambar dahulu tempat Anda akan menaruh kelereng. Setelah Anda yakin, buatlah lubang dengan menggunakan bor.
- Setelah itu, gunakan palu karet untuk memasukkan kelereng pada lubang. Kini, Anda sudah memiliki pagar kayu dengan kelereng-kelereng yang cantik!
***
Sumber: www.creatingreallyawesomefreethings.com

Kamis, 19 Juli 2012

Kamar Mandi Senyaman Ruang Spa


Menghindari stres dan penat dengan mengunjungi spa secara rutin tentu membuat pengeluaran Anda bertambah. Daripada anggaran membengkak, tak ada salahnya Anda "membawa" spa ke rumah Anda, bukan? 
Anda bisa membuat kamar mandi senyaman spa langganan Anda, mulai dari pilihan material dan aksen interior untuk mengingatkan Anda betapa nyamannya menghilangkan stres di dalam ruang spa. Berikut ini beberapa kiat untuk membuat "spa pribadi" di rumah Anda:
Aksen kayu yang hangat
Anda bisa menambahkan material kayu pada kamar mandi Anda. Aksen ini mampu memberikan kesan ruangan minimalis dan rasa menenangkan khas Asia.
Material alami
Perbanyak penggunaan material alami. Berikan aksen dari tekstur alami seperti kayu dan batu. Elemen-elemen ini akan memberikan "kehidupan" pada kamar mandi Anda.
Selain itu, dengan menggunakan batu sebagai lantai, kaki Anda akan "dipijat" setiap kali Anda berjalan. Jika tidak ingin lantai bebatuan atau lantai semacam ini karena terlalu mahal, Anda bisa menggunakan keset bathtub bercorak dan bertekstur seperti bebatuan.
Keset yang ada pada dasar bathtub merupakan keset anti-licin. Selain di bathtub, Anda juga bisa menaruhnya di area pancuran.
Aksen dinding
Anda bisa memberikan aksen mengambang dengan menempelkan vanity pada dinding. Vanity atau meja tempat wastafel yang menempel pada dinding ini akan memberikan rasa lebih terbuka pada kamar mandi Anda.
Vanity terbuka
Selain mengambang, Anda bisa juga memiliki vanity terbuka. Sebagai saran, pastikan Anda hanya menyimpan handuk atau produk kecantikan di sini. Barang-barang ini tidak mudah menumpuk dan membuat kamar mandi Anda berantakan.
Nuansa putih
Gunakan warna putih. Warna ini memberi kesan bersih dan teratur untuk menjauhkan Anda dari tekanan.
Ciptakan kontinuitas
Anda bisa menciptakan kontinuitas dengan menggunakan lantai dan dinding keramik berwarna cerah. Lantai dan dinding yang terkesan menyatu ini membuat ruangan tampak lebih besar.
Pemakaian Kaca
Anda bisa menambah penguat ruang dengan menggunakan kaca. Komponen transparan ini akan membuat ruangan tampak besar, karena Anda tidak seolah-olah terkungkung di ruang sempit.
Pilihan bathhub
Jika menginginkan bathtub, sebaiknya Anda pilih bathtub yang "tenggelam" ke dalam tanah. Bentuk ini hampir sama dengan bentuk yang ada di spa. Selain itu, Anda hanya perlu melangkah jika ingin masuk ke dalamnya.
Cahaya matahari
Berikan jendela, dan pastikan cahaya matahari dapat masuk ke kamar mandi Anda. Jika tidak mungkin menggunakan jendela bening, pilihlah kaca yang mampu memasukkan cahaya. Hanya, pastikan tak ada orang bisa melihat Anda di dalam.
Jaga kerapihan
Tidak ada yang lebih menenangkan selain keteraturan. Baik dari sisi tampilan interior maupun penempatan perabot di dalamnya tidak terlihat berantakan.
Bunga angrek
Anda bisa menambah kenyamanan suasana dengan menghadirkan bunga anggrek. Aksen ini seringkali menjadi "hiasan wajib" di salon-salon spa.
Lilin
Ini aksesoris terakhir penambah kenyamanan spa pribadi Anda. Nyalakan lilin dan rasakan kenyamanan berendam dalam bathtub, mandi lulur, atau melakukan perawatan kecantikan lainnya ditemani pendar cahayanya. 
***
Sumber :

Senin, 18 Juni 2012

Membuat Teralis Tetap Manis


Teralis tak hanya harus kuat, tetapi juga aman dan tak membahayakan saat terjadi keadaan darurat dan berfungsi untuk keamanan. Sayangnya, sebagian besar pemilik rumah mengabaikan desain dan cara memasangnya.
Berikut 5 tips penting yang perlu diperhatikan saat akan memasang teralis pada jendela.
1. Sesuaikan dengan tema penataan interior. Setiap hunian tentunya memiliki karakternya sendiri. Rumah dengan desain modern akan lebih baik memilih desain teralis yang simpel dan nyaman. Yang tidak boleh Anda lupakan adalah fungsinya. Motif teralis juga berfungsi sebagai konstruksi.
2. Gunakan bahan yang kokoh, misalnya besi beton, besi ulir, dan tempa. Bentuknya bisa bulat, persegi, atau kombinasi.
3. Jarak antarjeruji rapat, 10 cm-20 cm. Ukurannya bisa disesuaikan dengan kusen jendela.
4. Teralis untuk jendela lantai satu yang berhadapan langsung dengan luar rumah sebaiknya dipasang permanen.
5. Pasang satu teralis buka-tutup yang dilengkapi kunci untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran. Perhatikan operasi buka-tutup jendela sisi luar. Ruang antarjeruji harus cukup untuk dimasuki satu tangan. Ini perlu agar proses buka tutup jendela tidak terganggu. 
***
Sumber :
iDEA

Kamis, 17 Mei 2012

Warna-warna Dingin untuk Kamar Anak


Umumnya, warna-warna hangat condong memberikan rasa hangat, suasana intim, dan relaksasi. Ini sangat berbeda dengan warna-warna dingin.
Warna-warna hangat cenderung bersifat intens dan mampu menstimulasi orang yang melihatnya. Sementara warna-warna dingin memiliki efek menenangkan untuk diaplikasikan di kamar anak Anda.
Warna ini berada di sisi biru dalam color wheel. Meskipun memiliki efek menenangkan, warna yang terlalu gelap justru cenderung "menekan" orang yang melihatnya. Anda yang menginginkan kamar anak Anda terkesan dingin, menenangkan, tampak lebih luas, dan elegan bisa memilih warna-warna ini.
Biru
Warna biru seringkali diasosiasikan dengan kedamaian, kedalaman perasaan, sensitivitas, kebijaksanaan, kepercayaan diri, dan stabilitas. Biru merupakan warna yang mampu melambatkan susunan syaraf manusia dan menciptakan efek menenangkan. Warna ini mempersiapkan badan untuk tidur, karena ia mampu melembutkan ruangan terang-benderang dan membuat orang di dalamnya merasa tenang.
Namun, warna biru yang terlalu gelap dapat memberikan efek sama dengan hitam, yaitu terlalu banyak menyerap cahaya dan menyedot energi Anda.
Hijau
Sementara itu, warna hijau disebut-sebut mampu menghimpun kepercayaan diri, harapan, dan memberikan ketenangan. Selama warna hijau tidak terlalu gelap, warna ini dapat menjadi warna yang menyegarkan.
Anda juga bisa menggabungkan warna-warna "hangat" seperti merah dan oranye dengan warna ini.
Ungu
Warna ungu mengkombinasikan stabilitas biru dan energi dari warna merah. Sayangnya, warna ungu tua dapat menimbulkan rasa sedih dan frustasi.
Namun, jika tetap ingin memilih warna ungu, ada baiknya Anda memilih warna ungu muda. Warna ini dapat memberikan rasa damai, romantis, dan nostalgia. Apalagi, nuansa ungu muda cocok menjadi pilihan kamar anak yang feminin.
Putih
Warna putih juga bisa menjadi pilihan kamar anak Anda. Warna ini seringkali diiidentikkan dengan perdamaian, kepercayaan, kebahagiaan, kebersihan, dan kemurnian. Warna ini memantulkan 80 persen cahaya. Karena itulah, ruangan dengan warna putih terasa lebih terang dan besar ketimbang ruangan yang dicat dengan warna lain.
Cat putih di kamar anak Anda sebenarnya pilihan yang baik. Berbagai dekorasi penuh warna dapat tampil cantik di dalam kamar tersebut. Hanya, sayangnya warna ini mudah kotor.
Tanah
Terakhir adalah warna-warna tanah seperti abu-abu, coklat, dan krem. Warna-warna ini cocok bagi anak-anak hiperaktif. Warna ini menciptakan rasa hangat, nyaman, dan relaksasi.
***
Sumber : www.decoist.com